oleh

Papua akan Memperpanjang Pembatasan Sosial hingga 6 Mei

-Artikel-97 views

kitorangpapuanews.com —  Pemerintah Papua memperpanjang pembatasan sosial di wilayahya hingga 6 Mei mendatang. Kebijakan ini menyusul meningkatnya jumlah kasus Covid-19 yang telah menyentuh 124 orang.Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dalam keterangan persnya, Rabu (22/4) mengatakan, perpanjangan pembatasan sosial efektif berlaku sejak 24 April hingga 6 Mei mendatang. Alasannya, jumlah kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan.

“Kita lihat akhir-akhir ini secara jumlah kasus meningkat dengan pesat, 124 (kasus) hingga hari ini atau peringkat 6 secara nasional di bawah Bali, sehingga kami merasa perlu memperpanjang selama dua minggu (pekan),” terang Klemen di Gedung Negara Kota Jayapura, Papua.

Dia menyakini grafik kasus Covid-19 dapat menurun pada awal Mei mendatang, jika semua pihak di Papua bergandengan tangan melawan virus ini. ”Puji Tuhan walaupun grafik kasus meningkat, tingkat kesembuhan Covid-19 di Papua secara nasional nomor satu dengan presentase 27 persen, ” tuturnya.

Klemen Tinal meminta seluruh masyarakat mematuhi aturan-aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Papua untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Misalnya tidak beraktifitas lebih dari pukul 14.00 WIT.“Secara medis di atas jam 2 siang tingkat aktifitas virus corona sedang tinggi-tingginya. Oleh karena itu kami minta aktifitas di atas jam 2 berkurang atau berhenti,” ujarnya.

Tak hanya itu, Klemen juga mengingatkan pedagang tidak mengambil kesempatan dengan menaikkan harga bahan pokok di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah Papua telah memerintahkan Satgas Pangan untuk menindak tegas para pedagang nakal.“Ini bencana, jangan coba-coba mengambil keuntungan dengan menaikkan harga tinggi-tinggi. Saya sudah perintahkan Satgas orang-orang seperti ini ditangkap semua, jangan ada di Papua,” tegasnya sembari heran dengan kenaikan harga telur di Papua.

Selain pembatasan sosial, Pemerintah Papua menarik kewenangan Pemerintah Kabupaten termasuk membuka akses penerbangan penumpang diwilayahnya. Klemen Tinal mewajibkan Pemerintah Kabupaten meminta ijin Pemerintah Provinsi, meskipun dalam situasi darurat.

“Pemerintah Kabupaten harus patuhi kebijakan Pemerintah Provinsi, kalau keadaan emergency harus meminta ijin Pemerintah Papua, jadi mulai besok Mimika harus patuhi aturan,” pungkasnya.Sebelumnya, Satgas Covid-19 Papua menginformasikan perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya, Rabu (22/4). Total 124 kasus positif secara kumulatif, 84 pasien masih dalam perawatan, 33 pasien sembuh dan tujuh pasien meninggal dunia.

News Feed