oleh

Pangdam XVII/ Cen dan Kapolda Papua : Situasi Papua Aman dan Kondusif, TNI-Polri di Papua siap Sukseskan PON 2020.

-Artikel, Berita-913 views

Kitorangpapuanews.com – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Herman Asaribab menyatakan sampai saat ini kondisi di Wilayah Papua Cukup aman, nyaman dan kondusif. Ini diungkapkannya saat pertemuan, Selasa (28/1)  di Mabes TNI Cilacap Jawa Tengah.

Kapolda menegaskan kondisi di Papua sampai dengan hari ini relatif aman dan kondusif. Sebelumnya sempat terjadi pergesekan di Nabire dan Intan Jaya, namun saat ini sedang ditangani karena sebagaimana diketahui bersama bahwa ada kelompok kriminal yang dilengkapi dengan senjata yang ingin terus mengganggu kenyamanan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa anggota KKSB bukanlah penduduk setempat, namun pendatang dari wilayah lain. Polda Papua terus membangun sinergitas dengan seluruh stakeholder untuk mengetahui alasan keberadaan KKSB di Papua karena di satu sisi sudah cukup banyak anggota kepolisian yang menjadi korban dari KKSB.

“Jumlah pasukan yang juga di backup oleh TNI saat ini sudah mencukupi, akan tetapi, kendala yang dihadapi adalah jaringan komunikasi, sehingga Kapolda Papua sulit untuk memberikan perintah, petunjuk, arahan maupun evaluasi kinerja anggota di jajaran di Polres. Diharapkan agar segera ada solusi dalam masalah ini,”ujarnya.

Sementara itu Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI Herman Asaribab yang mengatakan, sesuai dengan renstra jajaran teritorial, di Kabupaten Nduga sudah disiapkan bangunan Kodim untuk dapat dioperasikan tahun 2020 ini. Sinergitas antara aparat keamanan dan pemerintah daerah terus dilakukan karena walau bagaimanapun pemerintah daerahlah yang menjadi pemimpinnya, bagaimana peran pemimpin daerah dalam mewarnai daerahnya, apabila semuanya bagus maka akan lancar juga semuanya.

“Situasi saat ini di Papua sudah kondusif, perekonomian juga sudah berjalan dan segala gejolak juga sudah bisa teratasi. Hal ini tidak terlepas dari peran Kapolda Papua dan Gubernur Papua untuk menjadi lebih baik lagi. Kepada para pemimpin di daerah Papua baik yang berada di pesisir maupun pegunungan agar setiap saat bersama masyarakatnya,”tandasnya.

Ungkap dia, Tidak ada penambahan pasukan, yang ada hanya pergantian pasukan. Termasuk jumlah personil pengamanan PON 2020 ada sekitar 2000 personil. Kapolri juga sudah menyiagakan 4 kompi atau 400 orang untuk diperbantukan Polda Papua.

Sementara kabar tentang adanya senjata yang masuk ke Papua sebenarnya Polda Jatim telah berhasil mengungkap senjata rakitan yang ada di Lumajang dan telah diutus anggota untuk mensinergikan karena informasi yang beredar ada yang masuk juga ke Papua. “Papua aman juga karena sinergis dengan media, media memberi warna dan mendukung kita untuk itu,”ujar Pangdam.

PON

Pengamanan PON 2020 sudah dirapatkan dengan pengurus besar PON 2020 yang dipimpin oleh Mantan Ketua DPRP, Yunus Wonda dan diawasi oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe  dan jajaran dengan hasil pengamanan dilaksanakan oleh anggota TNI-Polri di Papua yang dipimpin oleh Kodam. Langkah berikutnya adalah melakukan cipta kondisi dan menjalin komunikasi demi terlaksananya rangkaian kegiatan PON 2020 mulai dari persiapan, saat kegiatan dan pasca kegiatan. Pada prinsipnya TNI-Polri di Papua siap untuk melaksanakan PON 2020 dengan sukses.

Sementera untuk  Pilkada serentak ada 11 Kabupaten di Papua yang mengikutinya dan hasil evaluasi bahwa beberapa Polres belum melaksanakan perjanjian kerjasama Polres dengan pemerintah daerah dan hal ini yang terus didorong bersama-sama agar para Kapolres dapat meyakinkan para pengambil keputusan untuk segera memenuhi itu karena berkaitan dengan pengamanan pada setiap rangkaian Pilkada 2020. Diharapkan pengertian dan dukungan dari pihak penyelenggara untuk mensukseskan agenda nasional ini.

“Terkait kabar tentang adanya 3000 exodus mahasiswa Papua yang mengancam akan menggagalkan PON 2020, jajaran Polda Papua sudah melakukan pendekatan dan secara bertahap dikembalikan ke kota studinya masing-masing. Peran dari setiap Bupati sangat berpengaruh terhadap keamanan wilayah yang dipimpinnya. Seperti Kabupaten Puncak Jaya yang sebelumnya menjadi prioritas utama saat ini sudah aman, hal ini karena Bupati Puncak Jaya berada di tempat untuk mengurusi masyarakatnya dan secara aktif membangun komunikasi. Sehingga apabila terjadi konflik di suatu wilayah sudah dapat dipastikan bahwa ada masalah juga dengan Bupati setempat,”kata Kapolda.

Hal tersebut mengakibatkan ada hal-hal yang tidak diketahui oleh aparat. Padahal tugas aparat keamanan sudah jelas yaitu untuk menjaga, mengamankan, melindungi dan menegakkan hukum. Sehingga harapannya agar para Bupati secara aktif mengelola wilayahnya demi terhindar dari berbagai konflik dan masyarakatnya turut mendukung langkah-langkah kebijakan.

News Feed