oleh

Pangdam Cendrawasih terima Kunjungan Komnas HAM Papua

-Artikel, News-39 views

Kitorangpapuanews.com – “Saya selaku Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua datang bersama rombongan untuk berdialog secara langsung dengan bapak Pangdam terkait beberapa kejadian di Papua yang melibatkan oknum anggota TNI,”kata Fritz melalui keterangan tertulis yang diterima dari Kapendam Cendrawasih, Kolonel Eko Daryanto, Sabtu (25/4). 

Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab menerima kunjungan dari Frits Ramandey, ketua Komnas HAM Papua. Kunjungan Frits rupanya membahas korban-korban bentrokan yang melibatkan anggota TNI beberapa waktu belakangan. 

Pertanyaan Fritz segera dijawab oleh Herman. Ia memastikan semua tindakan melanggar HAM yang dilakukan prajurit TNI sudah diproses sesuai mekanisme militer. 

Sementara cepat atau lama proses hukum, tergantung sesuai investigasi yang masih berlangsung. 

“Beberapa kejadian yang melibatkan oknum anggota TNI, kita dari Kodam XVII/Cenderawasih sudah menurunkan tim investigasi untuk mengungkap kebenarannya. Tentunya investigasi tersebut juga membutuhkan waktu, tidak bisa diburu-buru agar hasilnya maksimal,” terang Herman. 

Tapi, Herman tegas menyebut bahwa anggotanya akan diadili lewat peradilan militer. Ia tidak akan menyerahkan anggotanya diadili lewat pengadilan sipil. 

“Apabila ada anggota TNI yang bersalah maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku di lingkungan militer bukan di Peradilan Umum,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.

Di akhir pertemuan, Herman meminta Komnas HAM Papua untuk berkordinasi langsung dengan Kodam Cendrawasih termasuk keterbukaan dan kelanjutan dari kasus-kasus tersebut. 

“Percayakan kepada Pangdam sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tutup Herman.

Belakangan, terjadi kontak tembak antara personel Polri dengan prajurit TNI, dan diduga berasal dari satuan Infanteri 755/Yalet, di Mamberamo Papua pada 13 April lalu. Insiden mengakibatkan 3 orang polisi meninggal dunia, akibat perselisihan yang diawali dengan salah paham ini. 

Pangdam Cendrawasih tegas, tidak akan melindungi prajuritnya yang terbukti bersalah dalam insiden ini.

 

News Feed