oleh

Pandemi Covid Tidak Kurangi Semangat Umat Rayakan Natal di Pinggiran Kota Timika

Kitorangpapuanews.com – Pandemi Covid – 19 yang masih terus terjadi di seluruh penjuru dunia khususnya Mimika, tidak mengurangi semangat umat di pinggiran Kota Timika merayakan Natal, khususnya di Satuan Pemukiman (SP).

Salah satunya di Gereja Stasi Santo Yohanes Pembabtis SP 13. Stasi yang merupakan bagian dari Paroki Santo Petrus ini melaksanakan ibadah malam Natal, Kamis (24/12) bergabung dengan Stasi Hati Kudus Yesus SP 7 dan berpusat di gereja Stasi SP 13.

Fransiska Frebonia, seorang pengurus Stasi Santo Yohanes Pembabtis menuturkan meski dengan pandemi ini tidak mengurangi semangat umat khususnya anak-anak muda Stasi SP 13.

Kata Fransiska, sebelum puncak perayaan Natal, umat sudah rutin berlatih paduan suara untuk dinyanyikan saat Natal.

Kemudian, tepatnya sesudah minggu Advent ke 4, umat juga antusias mempersiapkan kandang natal dan menghias gereja sehingga semarak Natal tetap terasa.

“Yang paling penting adalah mempersiapkan segala yang berhubungan dengan protokol kesehatan, dan itu tetap berjalan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” katanya kepada Seputarpapua.com usai ibadah malam natal.

Gereja tersebut disediakan tempat cuci tangan, diatur jarak duduk dan diberi tanda, serta saat penerimaan komuni, sudah diberikan tanda di lantai agar tetap menjaga jarak.

Ia mengaku senang meskipun ada pandemi namun masih bisa diberikan kesempatan untuk melaksanakan misa bersama dengan umat dari stasi SP 7.

“Kami berharap agar pandemi ini cepat berlalu, sehingga nanti kegiatan menyongsong paskah bisa disiapkan dengan matang apalagi persiapan tri hari suci dan sebagainya, intinya kami sangat senang dan tetap semangat” ujarnya.

Sementara itu Pastor Policarpus Gunawan, SCJ yang memimpin ibadah perayaan malam kudus menegaskan bahwa Yesus adalah pendamai yang menyatukan manusia dengan Allah.

“Selain Yesus menyatukan kita dengan Allah, kita juga diajak oleh Tuhan Yesus untuk berdamai dengan semua orang yang saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19,”ujarnya.

Dikatakan bahwa semua harus percaya bahwa Tuhan yang sedang menyelenggarakan sesuatu yang lebih baik dan berkualitas bagi manusia lewat peristiwa Covid-19 ini.

“Kalau selama ini manusia berlaku sembarangan, padahal seharusnya manusia bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan, dan juga berani menghormati orang lain bahwa apa yang diperjuangkan oleh orang lain itu memliki nilai tapi sepertinya sebagai penikmat cuma menikmati saja, rasa syukurnya kurang,” ujarnya.

Ia mengatakan saat pandemi setiap orang harus menyadari dan mengintropeksi serta mawas diri memperbaiki apa yang kurang dari diri masing-masing.

“Apakah kita ini beres beres saja ?. Kita harus sadar bahwa memperjuangkan kesehatan bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain,” tegasnya.

News Feed