PAHLAWAN TANPA TANDA JASA DARI PAPUA, WILLEM PARKAI

oleh

Teluk Wondama, Kitorang Papua – Kisah mengharukan dari seorang pria yang bernama Willem Parkai. Willem merupakan Kepala Sekolah SD YPK Ambumi. Ia mengajar sebanyak 98 siswa, Willem hanya dibantu oleh dua tenaga pendidik saja. Ia berjasa terhadap dunia pendidikan di Papua, bersama dua guru lainnya tanpa kenal lelah terus berupaya menyiapkan pemimpin masa depan dari tanah Papua, walaupun kondisi dengan kondisi seadanya.

Editor: Content WriterMengajar sebanyak 98 siswa, Willem hanya dibantu oleh dua tenaga pendidik saja. Berlokasi di Teluk Wondama, Papua Barat, sekolah dasar yang menjadi tempat nafkahnya memang jauh dari kata sempurna.

“Jujur saja, perkembangan anak di sekolah saya belum mencapai keberhasilan yang baik. Hal ini juga disebabkan karena tenaga guru yang kurang, itupun tidak ada basic mengajar jadi kami hanya ambil dari SMK atau anak SMP untuk bantu-bantu.” cerita Willem.

ia pun mendeskripsikan kondisi sekolahnya.

“Secara prasarana, sekolah kami tidak memiliki alat peraga, bangunan tapi sudah direnovasi tahun 2017. Jangankan alat peraga, buku panduan untuk guru saja tidak ada. Saya pakai metode sederhana saja untuk mengajar, dengan menyanyi dan menari bersama,” tambahya.

Meski kekurangan sarana mengajar, Willem mampu mengurangi angka buta huruf di daerahnya. Ia hanya menggunakan pendekatan melalui pengejaan huruf. Tak lupa, Willem tetap menyemangati anak-anak Papua agar selalu disiplin.

Willem berharap, pendidikan pusat bisa bekerjasama dengan guru-guru di daerah. Tak hanya sampai di luaran saja, tetapi juga ke akarnya. Karena dengan kerja sama, masyarakat kecil mendapat perhatian lebih dan bisa membangun negara ini.

Mendengar dirinya dinobatkan sebagai guru berprestasi, Willem merasa senang karena bisa menjadi inspirasi untuk guru-guru lain yang ada di pedalaman.

Ia pun mendapat tanda kehormatan Satyalencana dari Kemendikbud atas pengabdian dan dedikasinya yang tinggi dalam mengajar serta meningkatkan partisipasi masyarakat, sehingga dapat mengurangi angka buta huruf dan putus sekolah di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat. (*)