oleh

P5 Dideklarasikan, Yanto Eluay Ajak Jaga Persatuan Bangsa

Kitorangpapuanews.com – Tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 yang jatuh pada hari ini, Organisasi masyarakat Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) resmi dideklarasikan di Pendopo Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw Obhe, Jalan Bisteur Pos, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (28/10/2020).

Bukan tanpa alasan, Deklarasi P5 dilaksannakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda  dikarenakan tujuan didirikannya P5 memiliki kesamaan dengan pesan yang tersirat dalam sumpah pemuda, yaitu untuk kesatuan bangsa Indonesia.

Wadah perhimpunan P5 ini dicetuskan oleh tokoh adat Sentani, Yanto Eluay yang juga merupakan putra dari mendiang ketua Presidium Dewan Papua, Alm. Theys Hiyo Eluay.

Terdapat lima poin pernyataan Deklarasi yang dibacakan Yanto Eluay, diantaranya akan mengawal pembangunan ditanah Papua dengan semangat Pepera dalam bingkai NKRI dan akan mengawal NKRI untuk mencegah pihak-pihak yang tidak mengetahui sejarah yang akan memecah bangsa dan Negara.

Yanto Eluay menuturkan bahwa P5 didirikan dengan tujuan utamanya adalah untuk turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dimana seluruh anggota P5, merupakan anak-anak dan cucu dari para pejuang Pepera dan 1.026 tokoh Papua yang ikut dalam musyawarah Pepera pda tahun 1969 lalu.

“Jadi ormas P5 ini dibentuk karena kami punya tanggung jawab moril atas keputusan orang tua kita yang pada saat itu telah memutuskan bahwa Papua mnjadi bagian dari NKRI. Ya, sudah seharusnya kita turut serta menjaganya,” jelasnya.

Yanto Eluay juga menambahkan hingga saat ini keputusan Papera pada tahun 1969 itu sering di plintir oleh sejumlah pihak, oleh karenanya P5 memiliki tanggungjawab secara moril untuk meluruskan dan menjaga kebenaran sejarah tersebut.

“Keputusan Pepera itu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat lagi. walaupun sampai saat inii masih ada yang menyebut bahwa keputusan yang diambil dalam musyawarah Pepera Pada saat tu adalah awal dari rentetan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Oleh karena itu, kami berinisiatif mendirikan ormas ini untuk mengawal keputusan Pepera dan yang perlu dicatat adalah hasil dari musyawarah Pepera ini sudah tercatat dan diakui oleh PBB,” tegasnya.

Adupun yang turut hadir dalam deklarasi P5 tersebut adalah Brigjen TNI Isak Pangemanan (Danrem 172/PWY), Mathius Awoitouw SE, M.Si (Bupati Jayapura), AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH.,S.IK.,MH.,M.SI  (Kapolres Jayapura), Yonas Nussy (Sekjen Barisan Merah Provinsi Papua), Frits Arebo (Ketua umum Pemuda Papua) dan Agus Rawa Kogoya (Ketua Lapago Provinsi Papua) dan sejumlah Pimpinan Ormas di Papua. [ KLd]

News Feed