oleh

OTSUS JILID II : PUSAT DAN DAERAH HARUS SATU SUARA

-Artikel, Berita-417 views

 

Kitorangpapuanews.com – Hampir genap dua puluh tahun diberlakukannya penerapan Otsus  di Papua. Dimana penerapan Otsus dinilai sebagai solusi terbaik untuk pembangunan di Papua. Agenda evaluasi Otsus akan dilaksanakan sebelum masa penerapan Otsus di Papua akan berakhir tahun 2021. Seiring hal tersebut akan ada wacana untuk diberlakukannya Otsus Jilid II.

Hal tersebut mengakibatkan banyaknya  tanggapan positif dan negatif tentang akan diberlakukannya hal tersebut. Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi hendaknya memiliki satu suara, yaitu sama–sama membangun kesepahaman dan komitmen yang sejalan sebelum menerapkan aturan.

Berdasarkan perkataan Dr (Cand) Melyana R Pugu SIP, M.Si salah satu pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih di Jayapura. Menurutnya semua perlu kata sepakat, Otsus berikutnya mau dibuat seperti apa.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu memiliki pemahaman yang sama. Nah di daerah itu tak hanya pemerintah tetapi juga elit politik. Keduanya  perlu membangun pemahaman yang sama soal Otsus ke depan seperti apa. Otsus lalu seperti itu dan Otsus nanti seperti apa juga sehingga instrumen ikutan atau kebijakan ikutannya bisa sama – sama tersinergi,” Ujarnya.

“Jika sebelumnya ada empat poin baik infrastruktur, ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan  nah ini yang dievaluasi,  apa yang belum. Setelah itu dipetakan lagi dan sekali lagi perlu sinergitas dan komunikasi,” sarannya.

Lanjut Melyana menjelaskan bahwa instrumen ikutannya harus ada  sehingga tidak terjadi seperti yang lalu. Semisal soal penggunaan anggarannya itu seperti apa dan jika dianggap tidak maksimal maka instrumennya juga perlu diperketat. Jika ada yang masih bolong, itu yang harus dibenahi.

Di Papua ada Undang-undang Otsus dan kebijakan yang diambil berdasar itu namun kadang pemerintah pusat tidak dan ini yang perlu dilengkapi dan untuk memperbaiki itu perlu sineritas antara pusat dan daerah untuk betul – betul melihat masalah di Papua sehingga hasil Otsus jilid II nanti lebih maksimal.

“Saya tidak menganggap Otsus jilid I gagal namun belum optimal. Jadi pikiran saya harus ada kesepakatan dan kesepahaman.  Membangun Papua harus dilakukan bersama- sama dan tidak setengah – setengah,” tambahnya.

Selain itu trust juga harus dibangun dan membangun kepercayaan ini memang cukup  rumit karena teori negara adalah negara tidak bisa memberi kekuasaan sepenuhnya kepada daerah.

“Tapi poin saya adalah jika ingin membangun Papua maka harusnya dengan hati sebab ketika sudah diterima dan terbangun kepercayaan ditingkat masyarakat maka pembangunan itu bisa optimal.

“Lalu soal aspirasi yang menolak Otsus itu silakan saja tapi jika disampaikan ingin memisahkan diri dari NKRI nampaknya sulit sebab ini sedang membicarakan sesuatu dalam koridor negara,” Tegasnya

News Feed