oleh

Orang Papua Dipaksa dan Diteror tentukan “One Man One Vote”

-Artikel-1.547 views
Warga berfoto menunjukan kartu pemilih dengan menunjukan ekspresi tertekan (Foto : Kontributor Lanny Jaya).

Lanny Jaya – Lagi, masyarakat Papua yang berada di daerah Baliem Barat Lanny Jaya kembali dipaksa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan diteror oleh OPM untuk mencoblos kartu pemilih yang diberi 2 pilihan yakni untuk memilih 1. MERDEKA atau 2. TETAP “NKRI”. Merasa dirinya terancam, Masyarakat yang ada di Lanny Jaya yang tentunya masih terdapat beberapa orang yang kurang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup dikumpulkan di lapangan, dan didampingi oleh sejumlah anggota KNPB untuk memberikan hak suaranya (secara paksa).

Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga Lanny Jaya, Stenly Jigibalom ketika dikonfirmasi oleh para awak media, Minggu (26/03) melalui telepon. Stenly mengatakan, pada hari itu, Sabtu (25/03) warga yang ada di BAliem Barat Lanny Jaya terkhusus orang asli Papua (OAP) dikumpulkan oleh orang-orang dari KNPB di lapangan untuk sosialisasi. Namun tujuan sosialisasi tersebut tidak dijelaskan pada warga.

“Kami dikumpulkan oleh orang KNPB, kami dipaksa untuk ikut dalam sosialisasi itu, pada saat itu juga kami diberitahu kalau OPM sudah mengawasi kami, jika kami tidak berkumpul untuk ikut kegiatan itu, maka kami akan ditembak dan dibunuh,” Ucap Stenly.

Oleh karena itu. Lanjut Stenly, dirinya berharap agar kegiatan itu dapat diselidiki oleh aparat, dan masyarakat meminta agar aparat menjaga keamanan situasi di daerah Lanny Jaya, hal itu dimaksud untuk menjaga masyarakat Lanny Jaya yang sebelumnya mendapat ancaman dan teror dari KNPB dan OPM.

“Kami di teror dan akan dibunuh oleh OPM kalau kami tidak memilih nomor satu (MERDEKA), tolong keluarkan kami dari cara-cara biadab para KNPB dan OPM,” Harap Stenly.

News Feed