OKNUM AMNESTY INTERNATIONAL (AI) MEMFITNAH DEMI RUPIAH

oleh

 

Jayapura (Kitorang Papua) – Akhir-akhir ini ramai dibicarakan kabar tentang pelanggaran HAM di Papua oleh Amnesty International (AI). Menurut temuan AI, di Papua telah banyak terjadi pelanggaran HAM yang dilakukan aparat pemerintah.

Data-data yang dilaporkan AI melalui release dalam bentuk buku, merupakan laporan sepihak tanpa data yang akurat dan berujung kepada fitnah. Bagaimana tidak, AI hanya melaporkan seadanya tidak utuh. Sehingga mengkambinghitamkan aparat yang bertugas di Papua.

Jika AI bergiat di bidang HAM skala internasional dan mengaku independen, tentu kejadian di Palestina lebih relevan untuk diangkat ke permukaan/dunia internasional. Begitupula jika ingin mengangkat HAM di Papua, seharusnya AI bisa lebih objektif untuk melihat keadaan yang sebenarnya. Karena tepat beberapa hari sebelumnya, terjadi sejumlah penembakan yang dilakukan TPN/OPM terhadap pesawat sipil serta pembantaian warga sekitar Bandara. Hal ini seakan luput dari pantauan AI, seolah mereka menutup mata. Apakah aparat harus berdiam diri, dan hanya melakukan himbauan saja tanpa berbuat apa-apa? Sementara korban jiwa tak berdosa terus berjatuhan.

Bagaimana mungkin aparat disalahkan atas kematian orang Papua jika hanya dilihat dari jumlah angka yang belum terbukti kebenarannya. Sementara mereka (yang telah terbunuh) adalah benar kelompok separatis, kami ulangi separatis, dan bersenjata api. Apalagi jika dilihat saat ini, pemerintah terus giat melakukan pembangunan di Papua. Begitupun dengan aparat melakukan pendekatan secara persuasif. Aparat menggunakan pendekatan soft power tentunya saat darurat didukung dengan hard power, aparat wajib bertindak tegas. Dan itu bukan pelanggaran HAM, melainkan prosedur keamanan di setiap negara manapun di dunia ini. Meskipun begitu, pemerintah tidak pernah mengirimkan tank maupun alat tempur berat ke Papua. Sehingga bisa disimpulkan bahwa tindakan pemerintah dan aparat selama ini sudah berada pada jalur yang benar.

Lantas apa kepentingan AI yang tiba-tiba menyeruakan HAM di Papua tanpa mengetahui data dan fakta sebenarnya. Ada motif apa dibalik itu semua? Sebagai LSM Internasional, AI mendapat banyak kucuran dana dari asing. Dari situlah antek-antek asing, warga negara kita sendiri mencari keuntungan. Mereka berupaya membenturkan upaya pemerintah yang sedang gencar membangun Papua, dengan masyarakatnya. Para oknum aktivis HAM ini sangat tidak jelas dalam realitanya, mereka mengatasnamakan HAM membela warga Papua, tapi tidak pernah membantu berkontribusi untuk kemajuan Papua. Lucunya para oknum aktivis HAM ini berfoya-berfoya dengan rupiah yang ia dapat dari LSM asing, tanpa pernah membantu masyarakat Papua dalam arti sebenarnya. Mereka membenturkan pemerintah dan aparat dengan masyarakat melalui fitnah yang mengatasnamakan HAM. Dari kegaduhan itu mereka meraup keuntungan berupa rupiah.

Kami Papua dan rakyat Indonesia sudah pandai. Jangan benturkan kami demi kepentingan kelompokmu. Papua damai, Papua NKRI, dan Papua akan terus maju.(*)

9 thoughts on “OKNUM AMNESTY INTERNATIONAL (AI) MEMFITNAH DEMI RUPIAH

  1. Betoel tu kito su waspadai tu namanya makhluk asing…..!!!!!!
    dong mo ambil kito su punya kekayaan alam…..!!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.