oleh

Negara Selandia Baru Kecam Pelanggaran HAM di Papua yang dilakukan KKSB OPM agar dunia tau bahwa KKSB merupakan gerakan terlarang

-Artikel-39 views

kitorangpapuanews.com — Kelompok solidaritas Papua Barat di Selandia Baru telah mengkritik pemerintah atas tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan KKSB OPM di Indonesia bagian timur tersebut. Kelompok Aksi Papua Barat dari Universitas Teknologi Auckland mengatakan kepada Radio New Zaeland, pemerintah dan aparat berwenang harus berupaya lebih serius untuk mengusut serangan penembakan di perusahaan pertambangan PT Freeport Indonesia, Provinsi Papua. Aksi penembakan brutal itu sendiri telah menewaskan satu orang Selandia Baru dan melukai dua pekerja lainnya.

Adapun korban meninggal, yakni Graeme Thomas Wall, merupakan pekerja di PT Freeport Indonesia yang sudah tinggal di sana selama 15 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri beserta empat anak.

Pasukan Papua Barat menentang aksi penyerangan yang dilakukan KKSB OPM , korban bukan warga negara biasa. Kami mencatat penembakan hari itu dilaporkan telah terjadi dengan cara brutal .Catherine Delahunty dari kelompok Aksi Papua Barat Auckland mengatakan, pemerintah Selandia Baru harus menerapkan lebih banyak pengawasan terhadap apa yang terjadi di Papua.

“Itu adalah kode keheningan yang menelan korban jiwa, dalam hal ini nyawa Selandia Baru. Jadi kita benar-benar kecewa dengan pemblokiran yang konsisten atas tindakan apa pun atau kepemimpinan diplomasi apa pun.” Delahunty berujar, akhir-akhir ini konflik kekerasan telah meningkat di Papua, tetapi seruan kelompok tersebut agar pemerintah Selandia Baru untuk berbuat lebih banyak tentang hal itu telah diabaikan.

“Kami secara konsisten mencoba mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri atau perdana menteri untuk mencoba dan terlibat dalam masalah ini, tetapi itu tidak mengarah ke mana pun,” katanya.

“Negara ini tidak bisa menampik keterlibatannya. Insiden tragis terakhir ini di mana seorang warga Selandia Baru kehilangan nyawanya di Freeport, Insiden tersebut sangat membingungkan, sehingga membutuhkan pengawasan agar tersangka para KKSB OPM ditangkap.

Pemerintah Selandia Baru sebelumnya diyakinkan oleh Indonesia soal janji investigasi menyeluruh terhadap pembunuhan warganya di Papua. Janji ini terlontar setelah Wellington membuat permintaan resmi untuk mendapat informasi. Meski sudah diyakinkan, seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengaku tetap khawatir dengan serangan ini. Terlebih, ada pengakuan dari Pimpinan KKSB OPM soal keterlibatan mereka dalam serangan berdarah ini.

“Kami telah mencari rincian lebih lanjut dari pihak berwenang Indonesia melalui Kedutaan Besar Jakarta,” kata juru bicara kementerian. “Dari keterlibatan terbaru kami dengan otoritas polisi regional Indonesia bulan lalu, kami menyadari dua tersangka tewas dalam serangan polisi dan satu orang telah didakwa dengan sejumlah pelanggaran,” imbuhnya.

Pendeta Socratez Yoman dari gereja Baptis Papua Barat telah ‘diundang’ oleh polisi Indonesia untuk ‘mengklarifikasi’ sebuah artikel yang ditulisnya tentang serangan penembakan, di mana Graeme Wall terbunuh. Sementara KKSB OPM mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, ini bukti jelas bahwa Kelompok KKSB OPM ini adalah pelanggar HAM berat di negara sendiri.

News Feed