oleh

Natalius Pigai : Separatis Papua Seharusnya Kena Sanksi HAM Berat

-Artikel, Kriminal, Sosial-1.830 views

Kitorangpapuanews.com, Jakarta – Fenomena kekerasan yang terjadi di Papua karena konflik sosial, dan konflik horizontal sudah sangat memperihatinkan. Keberadaaan aparat keamanan seringkali menjadi pro dan kontra, tidak jarang aparat dijadikan sebagai kambing hitam terjadinya kekerasan di Papua.

Ditemui di sela-sela kesibukannya di Kantor Komas HAM Jl. Latuharhary No. 4B, Kelurahan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017). Komisioner HAM Natalius Pigai menerangkan, konflik yang terjadi di Papua seringkali dipicu oleh kepentingan-kepentingan sepihak, kepentingan kelompok dan pribadi. “Terjadinya konflik di Papua, merupakan akibat dari kepentingan kelompok tertentu yang dibiarkan menjamur dan menindas,” tegas Natalius.

Aparat yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di Papua, seringkali di tuduh sebagai pelaku pelanggaran HAM di Papua, padahal untuk menciptakan stabilitas keamanan harus ada oknum dan pelaku sebagai otak konflik yang di amankan. Namun tindakan pengamanan aparat keamanan tersebut seringkali disalah artikan oleh kelompok-kelompok anti pemerintah (kelompok separatis).

Kelompok separatis menganggap pengamanan sebagai suatu tindakan pelanggaran HAM, padahal sebaliknya, demi kepentingan kelompoknya, separatis Papua seringkali membuat kericuhan, keresahan, bahkan sampai melakukan tindakan penganiayaan, penembakan dan perampokan hanya demi tujuan kelompoknya tercapai.

“HAM harus merata, Separatis Papua seharusnya kena sanksi HAM berat. Kelompok separatis sudah banyak merenggut nyawa masyarakat papua maupun aparat hanya untuk kepentingannya tercapai,” ucap Natalius.

Menurut Natalius, hal ini sudah keterlaluan karena kelompok separatis sudah sangat melanggar HAM. Aksi mereka yang terakhir adalah penembakan warga Mulia yang sedang melintas di kawasan Moweluk, korban sedang melintas di jalan sekitar Moweluk tiba-tiba dihadang oleh kelompok separatis dan ditembak ditempat sampai mengakibatkan korban meninggal seketika.

“Kejadian beberapa hari lalu di Moweluk, Puncak Jaya adalah bukti lagi bahwa Separatis Papua harus di adili dengan tegas karena pelanggaran HAM berat,” tambah Natalius. (Dees) 

News Feed