oleh

Napi di Timika Lagi-lagi Kabur Setelah Diberi Izin Keluar Lapas

-Kriminal, News-638 views
Kitorangpapuanews.com- TIMIKA | Seorang narapidana narkoba kembali melarikan diri dari ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Timika, Papua, Sabtu (4/1) lalu.

Ironisnya, warga binaan bernama Irwan tersebut keluar dari Lapas Timika dan tidak kembali lagi setelah diberi izin berobat ke kota tanpa pengawalan petugas Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Marojahan Doloksaribu, membenarkan warga binaan itu belum diketahui keberadaannya meski pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian.

“Kami sementara dalam pencarian. Dia kabur pada hari Sabtu,” kata Marojahan ketika dikonfirmasi Seputarpapua, Rabu (8/1).

Marojahan tak menampik bahwa warga binaan tersebut memang diberi izin dan keluar tanpa pengawalan. Ia beralasan hari itu masih dalam suasana libur.

“Kebetulan belum ada pegawai yang masuk. Penjagaan cuma dua orang. Sementara dia (napi) ini baik, saya cukup percaya,” katanya.

Ketika itu, Irwan keluar bersama istrinya untuk berobat. Irwan dikabarkan sering sakit-sakitan selama berada di lapas.

Petugas Lapas, kata Marojahan, telah mengecek rumah warga binaan tersebut dan ternyata sudah menghilang beserta keluarganya. Barang-barang juga dibawa pergi.

“Kami cek rumahya, kami intip rumahnya dari luar, tidak ada lagi barang dan kabel TV sudah jatuh ke lantai,” katanya.

Pelarian Irwan menambah daftar panjang narapidana yang keluar dengan bebas dari Lapas Timika. Bahkan beberapa kasus sebelumnya dimana narapidana kabur secara berjamaah.

Salah satu kasus menonjol adalah pelarian narapidana Vendi Arif Wibowo (30), yang sengaja dikeluarkan melalui pintu utama Lapas Timika pada 26 Juli 2019.

Vendi dikeluarkan oleh oknum pegawai berinisial DNW alias Doni yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimkemas Lapas Timika.

Terpidana kasus penggelapan yang divonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Timika pada 28 Juni 2019 itu, hingga kini belum diketahui keberadannya dan telah ditetapkan DPO.

Vendi ditengarai bersekongkol dengan DNW untuk membantu pelariannya setelah berada di luar lapas dengan alasan memperbaiki AC di rumah dinas DNW.

Adapula informasi yang menyebut Vendi menyogok Rp80 juta. Marojahan menampik informasi tersebut dan beralasan kasusnya sudah diserahkan ke Kanwil Kemenkumham Papua.

“Tentang penyogokan oknum petugas kami, saya tidak tahu karena kami minta bantuan ke Kanwil Kemenkum HAM Papua,” katanya.

News Feed