oleh

MRP : OAP Bisa Mati Banyak Karena Pemekaran

Kitorangpapuanews.com-Jayapura-Papua (MRP), Timotius Murib menolak keras rencana pemekaran sejumlah wilayah di Tanah Papua.

” Aspirasi soal pemekaran Provinsi di Papua itu saya pikir bukan murni dari rakyat. OAP belum pernah menyampaikan aspirasi tentang DOB atau pemekaran, yang bicara hari ini adalah pejabat pejabat dan mengatasnamakan rakyat, ” Ungkap Murib, Selasa ( 05/11/19).

Menurut Murib, Merujuk pada pasal 67 UU 21 Tahun 2001 untuk pembentukan provinsi di tanah Papua itu harus mendapatkan rekomendasi atau pertimbangan dari MRP. MRP tentu tidak akan memberikan rekomendasi tentang pemekaran itu.

Lanjutnya, Tapi kalau mau saja Pemerintah Pusat dorong pemekaran, karena itu hasil kajian dari Intelejen, ” saya pikir itu keliru. Hari ini seharusnya kita bicara bagaiman mensejahterahkan masyarakat Papua dulu, ” Tambahnya.

Murib mengaku, Pemekaran kabupaten sudah cukup banyak tapi justru menghasilkan banyak masalah, misalnya banyaknya pengungsi, ” Puncak Jaya sekarang siapa yang nikmati, orang sudah lari semua akibat kekerasan disana, di Nduga sudah 400 sekian pengungsi trus kabupaten itu siapa yang nikmati, ” Ungkapnya.

Murib juga mnegaku bila pihaknya justru berencana menggabungkan beberapa kabupaten yang telah di mekarkan, ” Sebenarnya MRP bicara hari ini penggabungan puncak jaya kembali ke Paniai, atau Nduga kembali ke Wamena. Keliru kalau sekarang ini pejabat pejabat setelah dua periode karena tidak ada jabatan lagi, bicara pemekaran. Ohhh sangat salah dan sangat keliru. Tidak boleh bicara pemekaran, MRP menolak Pemekaran, ” Tegas Murib.

Sementara itu menanggapi komentar Mendagri soal pemekaran Papua Selatan dan pengusulan Provinsi Papua tengah oleh beberapa kabupaten, Murib mengaku hal itu hanya akan menyusahkan orang asli Papua.

” Kalau dipaksakan itu sama saja jakarta datangkan peti mayat banyak banyak untuk orang asli Papua, karena mati gara gara pemekaran, nanti kubur bawa di Jakarta sana jangan kubur disini, ” Pungkas Timotius Murib.

News Feed