MOMENTUM NATAL UNTUK BANGKIT DARI TRAGEDI NDUGA

oleh -490 views

Wamena, Kitorang Papua – Demi kelancaran dan kesuksesan pembangunan di Papua, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jayawijaya dan V Puncak Jaya, Rabu (19/12) malam di salah satu pusat perbelanjaan di Wamena menggelar ibadah natal dan doa bersama.

Kepala Satker PJN Wilayah IV Jayawijaya Togap Harianto mengatakan, momentum Natal kali ini seharusnya dilaksanakan dengan suka cita dalam menyambutnya, namun pihaknya harus berduka atas apa yang terjadi di Nduga.

Menurut dia, Natal keluarga PJN kali ini dijadikan suatu penguatan dan memberikan semangat kepada staf untuk terus membangun infrastruktur di Papua.

“Tema natal kami menguatkan kembali semangat membangun infrastruktur Papua. Natal ini bisa mengembalikan kekompakan baik orang-orang PU, masyarakat sekitar agar bisa lebih kompak, karena tujuan kami sebenarnya mulia yaitu membangun infrastruktur di Papua,” katannya.

Ia mengungkapkan, tugas PJN hanya untuk membuka keterisolasian di Papua. Namun memang hal ini harus diperhadapkan dengan medan geografis yang sulit, karakteristik masyarakat yang dinamis serta faktor keamanan, namun ia percaya melalui perayaan natal dan perlindungan Tuhan semua bisa terselesaikan.

“Natal ini bisa memberikan kami kekuatan, semangat untuk tetap melaksanakan apa yang diberikan negara sebagai tugas kami,” katannya.

Pendeta M. Lutur yang memimpin ibadah natal dan doa bagi korban di Nduga mengajak semua orang yang berbeda agama, suku untuk terus menjaga hubungan persaudaraan, toleransi umat beragama, kerukunan tanpa ada suatu rasa permusuhan.

“Tidak boleh ada kekerasan, suasana ketakutan di dalam bangsa ini, khususnya di Papua terutama pegunungan tengah. Apalagi, seorang staf PJN yang menjadi korban penembakan, merupakan pejuang dan inspirator sehingga benih kebaikan yang ditinggalkan dapat diteruskan oleh PJN,” katannya.

Pendeta Lutur menambahkan, dengan benih yang ditinggalkan itu semua berkomitmen hendak meneruskan pekerjaan pembangunan infrastruktur untuk Tuhan, tetapi juga untuk kemajuan pembangunan di pegunungan tengah Papua khususnya. (*)