oleh

Menteri Pertanian Optimis Ekspor Papua Barat Meningkat

-Berita-204 views

Kitorangpapuanews.com Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo optimis adanya peningkatan kinerja ekspor produk pertanian asal Provinsi Papua Barat. Hal ini disampaikannya, saat melakukan monitoring proses sertifikasi Karantina Pertanian di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, Rabu (26/2). 

Dikatakannya, walaupun saat ini eksportasi belum dapat dilakukan secara langsung, namun hasil pertanian asal Sorong dan Manokwari telah dikirimkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas pengiriman buah merah dan palm kernel, dengan total 162 ton dengan nilai Rp 496 juta masing-masing ke Cekoslovakia dan Surabaya

“Kita menjadi saksi atas berlimpahnya kekayaan sumber daya alam hayati. Kita jaga agar tetap dapat bermanfaat bagi bahan pangan dan juga mampu berdaya saing di pasar global,” ungkap Mentan SYL.

Mentan SYL, lantas mengajak seluruh pemangku kepentingan, eksportir dan masyarakat Papua Barat, untuk membangun optimisme pemanfaatan dan peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian potensial di ujung negeri bagian timur Indonesia.

Mentan optimis ekspor komoditas pertanian Papua Barat meningkat, foto : Istimewa/ Humas Karantina Pertanian Sorong

“Diseluruh Indonesia, kami menyampaikan ajakan yang sama, bahwa potensi pertanian di Papua Barat sangat besar dan spesifik, kita harus manfaatkan itu,” imbau SYL.

Ditambahkannya, berbagai upaya dilakukan Kementerian Pertanian untuk mendorong tercapainya Gratieks, dengan meningkatkan ekspor dan investasi. Diantaranya dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik bagi petani maupun eksportir, berbagai bantuan all instan, pendampingan ekspor dan percepatan layanan perkarantinaan melalui program inline inspection.

Saat memberikan sertifikat karantina berupa phytosanitary certificate yang merupakan jaminan kesehatan bagi komoditas yang akan diekspor, Mentan SYL menegaskan bahwa ia berharap eksportir tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan sudah diolah menjadi produk setengah jadi bahkan barang siap pakai atau konsumsi. Hal tersebut dilakukan agar margin keuntungan yang didapatkan petani lebih optimal.

Menurut SYL, ia sangat senang dapat berkunjung ke Provinsi Papua Barat untuk melihat potensi pertanian yang membentang di ujung timur NKRI tersebut. Ia berjanji akan mengupayakan peningkatan produksi, investasi dan ekspor pertanian untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan modern. “Kalau pertaniannya maju, Insya Allah masyarakatnya akan sejahtera, ayo kita lari jangan lagi hanya berjalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil yang turut hadir dan mendampingi kunjungan kerja Mentan di Papua Barat, memberikan data sertifikasi produk pertanian di unit kerjanya, masing-masing di Sorong dan Manokwari. 

Sejumlah ragam komoditas pertanian masing-masing adalah PKE, CPO, pala, bunga pala, sagu, buah merah dan sarang semut berhasil dibukukan di tahun 2019. Dengan tujuan pengiriman ke Jakarta dan Surabaya sebanyak total volume 32.552,2 ton dengan nilai Rp 936,6 milyar.

Jamil juga menambahkan, tujuan negara ekspor di tahun 2019 dengan jumlah pengiriman dalam skala kecil atau sample adalah Jepang, Korea Selatan dan Malaysia.  “Alhamdulilah di awal tahun, ini bertambah satu negara tujuan ekspor lagi yakni Cekoslovakia untuk buah merah,” ujarnya.

Mentan SYL bersama dengan Gubernur Provinsi Papua Barat juga berkesempatan melepas pengiriman buah merah dan palm kernel, dengan total 162 ton dengan nilai Rp 496 juta masing-masing ke Cekoslovakia dan Surabaya.

News Feed