oleh

Menteri ESDM Ingatkan Freeport Pakai SDM Asal Papua

-Ekonomi, Publik-298 views

Kitorangpapuanews.comPapua– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan pesan khusus kepada PT Freeport Indonesia untuk mengutamakan masyarakat Papua. Hal ini terkait transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine).

“Wilayah ini memiliki potensi sumber mineral yang sangat besar. Harus kita manfaatkan. Saya senang bila pekerjaan ini banyak dilakukan oleh putra-putri lokal dari Papua. Ini harus menjadi perhatian khusus dari manajemen Freeport untuk selalu membina, meningkatkan SDM (sumber daya manusia) yang ada,” kata Arifin dikutip dari Antara, Minggu, 22 Desember 2019.

Pemerintah, sambung Arifin, tengah melakukan diskusi dengan manajemen PT Freeport Indonesia terkait pengembangan SDM.

“Kami ada program politeknik (pertambangan). Ini memfasilitasi SDM lokal yang nantinya bisa menjadi potensi andalan daripada industri pertambangan Freeport Indonesia. Kita harus bisa bina agar menciptakan keharmonisan di masyarakat Papua. Ini obsesi Pemerintah yang di dukung oleh Undang-undang,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada sampai dengan 2019, tenaga kerja langsung Freeport Indonesia sebanyak 6.943 orang, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang.

Sementara itu, Arifin juga menyoroti kelanjutan proses produksi Freeport Indonesia yang akan dilakukan di tambang bawah tanah.

“Terkait kontinuitas produksi mining cooper yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia, coba cari fast track dan penelitian-penelitian agar bisa mengurangi risiko-risiko yang bisa mengurangi hambatan produksi,” ungkap Arifin.

Salah satunya hambatan yang menjadi tantangan terbesar adalah terkait pemisahan air dengan dalam proses penambangan (wet max).

“Saya percaya dengan kemampuan Freeport Indonesia yang sudah berkecimpung sudah lama di dunia pertambangan,” kata Arifin.

Sebagaimana diketahui, mulai 2020 sampai dengan 2023 direncanakan untuk dilakukan penambangan bawah tanah menggantikan Grasberg open pit, di wilayah DOZ, Big Gossan, DMLZ dan Grasberg Block Cave. Volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada 2020 sebesar 96 ribu ton per hari, 2021 sebesar 160 ribu ton per hari, 2022 sebesar 216 ribu ton per hari, dan 2023 sebesar 217 ribu ton per hari.

Saat ini, Freeport Indonesia sendiri memiliki enam blok/prospek dengan volume tambang sebesar 2.756.729 kilo ton dengan kadar rata-rata Cu 0,67 persen; Au 0,59 gr/ton; dan Ag 3,51 gr/ton. Sedangkan cadangan sebesar 1.869.083 kilo ton dengan kadar rata-rata: Cu 1,03 persen; Au 0,79 gr/ton dan Ag 4,52 gr/ton.

News Feed