MENGGELIKAN, OPM TEMBAK MASYARAKAT, THEO HESEGAM MALAH TUDING APARAT

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Selang beberapa hari setelah peringatan hari HAM sedunia (10/12/2017), kelompok “OPM berdasi” kembali berulah. Pasca penembakan dan perampasan senjata milik TNI yang dilakukan oleh OPM di Distrik Mugi (12/12/17), kelompok “OPM berdasi” yang mengatasnamakan pembela HAM berupaya untuk membalikan fakta terkait tindakan biadab tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 20 Desember 2017 lalu, Theo Hesegam, Pastor Jhon Djonga dan beberapa tokoh lain, telah mengadakan pers rilis untuk membodohi masyarakat terkait aksi biadab yang telah dilakukan OPM. Insiden penembakan terhadap Pekerja sipil dan perampasan senjata milik TNI yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut, sejatinya telah menjadi “blunder” bagi upaya yang dilakukan kelompok separatis Papua selama ini.

Dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir, OPM terus berupaya mendengung-dengungkan isu pelanggaran HAM yang dituduhkan kepada Pemerintah dan Aparat. Namun, kejadian penembakan yang dilakukan OPM di Distrik Mugi telah membuka mata kita semua bahwa OPM lah yang selama ini mengintimidasi masyarakat Papua. Situasi tersebut tentu saja sangat merugikan diplomasi kelompok OPM, sehingga Theo Hesegam dkk menyebarkan berita palsu yang menyudutkan Aparat TNI. 

Di depan para wartwan, tokoh Theo Hesegam dkk. menyerukan bahwa Aparat Keamanan telah melaksanakan penyisiran dan penembakan terhadap pemukiman masyarakat di sekitar Bandara Daragama, sehingga mengakibatkan 5 (lima) orang luka-luka dan beberapa bangunan terbakar.

Fakta yang sebenarnya terjadi, bahwa pada hari jum’at (15/12/2017), Tim investigasi datang ke Distrik Mugi untuk mendalami insiden penembakan dan perampasan senjata milik TNI yang dilakukan OPM. Setelah tiba di Camp Mugi Den Zipur 10, Tim mendapatkan tembakan dari kelompok OPM sehingga terjadi kontak. Dalam insiden tersebut memang terjadi aksi saling membalas tembakan, namun tidak terdapat korban maupun rumah yang terbakar.

Dengan demikian, sangat jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Theo Hesegam dkk. Merupakan upaya pengaburan fakta untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas kebiadaban kelompok OPM. Sebagai masyarakat yang bijak tentunya kita dapat menilai dan memilah mana berita yang merupakan fakta atau isu yang tidak jelas data dan faktanya.  (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *