oleh

Menelusuri Keindahan Kampung Yomakan di Papua Barat

Kitorangpapuanews.com –  Di Yomakan, kehidupan masyarakatnya boleh dikatakan sangat harmonis dan rukun. Masyarakat di sana tak pernah membeda-bedakan ras ataupun agama, sehingga setiap pengunjung yang mampir di kawasan tersebut dapat merasakan kenyamanan saat berwisata. bJika Anda bertamasya ke Pulau Kelapa Satu, Distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, rasanya tidak lengkap jika belum menginjakkan kaki di kampung Yomakan, Distrik Rumberpon. Di Yomakan, Anda dapat menikmati gugusan pulau nan eksotis, yang terletak tepat berhadapan dengan kampung penuh keindahan itu.

Untuk sampai ke Yomakan, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dari Wondama atau Manokwari dengan menumpang KM Express Bahari atau dengan menggunakan dari pelabuhan Yaimeki, Pantai Pintu Angin, dengan waktu tempuh satu setengah jam.

Sepanjang perjalanan dari pelabuhan Yaimeki ke kampung Yomakan, mata Anda juga tak kunjung jenuh dimanjakan dengan keindahan beberapa kampung di sekitar yang masuk wilayah Distrik Soug Wepu, selain pasir timbul di tengah laut antara pulau Nusorowi dan kampung Reyop. Air laut yang jernih membuat Anda dengan mudah menelusuri dasar lautnya yang dihiasi terumbu karang yang masih perawan dan indah, membuat perjalanan menuju Yomakan terasa begitu dekat.

Di sisi lain, Yomakan juga kaya akan ikan-ikan di laut, yang gampang didapat dengan sekali mancing atau menjaring dengan pukat. Kondisi ini agaknya menjadikan Yomakan layak dijadikan sentral industri perikanan.

Ada juga beberapa pulau dan tempat di sekitarnya yang diyakini memiliki nuansa sakral atau mistik oleh masyarakat setempat. Mereka percaya, pulau atau tempat tersebut sejak zaman dahalu kala hingga kini dihuni oleh makhluk gaib yang diyakini sebagai tuan tanah. Pulau dan tempat itu hingga saat ini belum dijamah dengan ritus-ritus adat setempat, sehingga para pengunjung hanya dapat menikmati keindahannya dari jauh.

Satu tempat di wilayah Yomakan yang tak kalah menariknya bagi para pengunjung, yakni pulau Ambesiui. Masyarakat Yomakan percaya bahwa pulau Ambesiui juga memiliki nuansa mistik dan sakral. Di sana terdapat gambar pada dinding batu, yang menunjukkan arti dari Ambesiui itu sendiri, yakni Amber Tulis.

“Gambar itu sewaktu-waktu dapat berubah menjadi gambar lain, dan jika ada orang yang berkunjung ke pulau tersebut harus benar-benar bersih dari segala masalah baru bisa masuk ke dalam pulau tersebut. Jika tidak, pintu batu tersebut akan tertutup sendiri, dan orang tersebut bisa hilang atau masuk ke alam lain,” kata Melkianus Sawasemariay, salah satu warga kampung Yomakan.

Dituturkannya pula, saat ini warga setempat secara khusus kaum muda-mudi berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai objek wisata dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar pulau Yomakan.

“Saat ini kami sedang berusaha secara swadaya untuk membangun tempat wisata tersebut yang akan dinamakan Yomakan Island,” ujarnya.

Usaha itu didukung dengan program-program dan tujuan yang jelas, di antaranya, menciptakan lapangan kerja, menambah penghasilan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung Yomakan di bidang pendidikan dan kesehatan, dan menata pembangunan kampung Yomakan.

Selain Yomakan, Melkianus juga mengatakan bahwa ia akan tetap melirik kampung-kampung lain yang terletak di sekitar Distrik Rumberpon dan Distrik Soug Wepu, sebab sebagian tempat yang akan dimanfaatkan sebagai objek wisata tersebut secara administratif termasuk dalam wilayah Distrik Soug Wepu, serta secara adat merupakan milik masyarakat yang berdiam di kedua distrik tersebut.

Gugusan pulau lain dalam lingkup wilayah Yomakan yang tak kalah menariknya adalah pulau Purub, yang juga dikategorikan ke dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Pesisir pantai yang indah dan karang-karang laut yang sangat cocok untuk snorkeling dan diving membuat pulau Purub tak kalah menarik jika dibandingkan dengan Raja Ampat.

Yomakan dan gugusan pulau di sekitarnya memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai objek wisata dan masa depan bagi masyarakat Kepulauan Rumberpon. Bukan tidak mungkin, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) secara efektif dan penerapan program-program yang telah direncanakan secara tepat sasar, dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu objek wisata yang ideal dan banyak diminati para wisatawan di masa depan.

News Feed