oleh

Mendagri Jamin Kebutuhan Pengungsi di Timika Papua

-Ekonomi, News-181 views

Kitorangpapuanews.com -Jakarta,Sebanyak 900 warga pegunungan Timika, Papua musti mengunggsi dari kampung halamannya ke kota Timika sejak 2 Maret 2020 lalu. Mereka terpaksa tinggal kota Timika sementara karena aktifitas Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) disana.

Berdasarkan data kepolisian ratusan warga ini berasal dari 4 kampung di Pegunungan Timika, yaitu Utikini, Longsoran, Kimberly dan Banti.

Menyikapi kondisi itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengaku telah meminta Pemerintah Daerah setempat untuk memberikan bantuan pada pengungsi.

“Kita sudah komunikasi. Dirjen saya sudah minta untuk komunikasi dengan Bupati. Kemudian juga Polres dan Kodim yang membantu mereka,” ucap Mendagri, Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dia pun kembali merunut awal mula peristiwa terjadi. Menurutnya gelombang pengungsian masyarakat dari 4 kampung di Pegunungan Timika ini karena adanya gangguan keamanan yang dilakukan KKB.

Kemudian masyarakat yang resah, meminta aparat keamanan mengevakuasi mereka ke kota Timika.

“Itu kan ada kelompok bersenjata di sana. Kemudian dari Polri dan TNI itu sudah ada Satgas gabungan TNI-Polri yanga da di sekitar Freeport. Kelompok-kelompok ini, mereka ingin melakukan gangguan keamanan,” tutur Tito.

“Kemudian masyarakat setempat yang ada di situ khawatir, ketakutan sehingga mereka minta diamankan di Timika,” tambahnya melengkapi.

Untuk meredam ketegangan yang ada disana, Tito juga turut meminta aparatur Pemda setempat melalukan pendekatan dengan tokoh masyarakat.

Cara tersebut dinilainya efektif berdasarkan pengalamannya memimpin Polda Papua selama 2 tahun lamanya.

“Banyak beberapa kali saya bisa melakukan komunikasi-komunikasi dengan mereka, sehingga mereka tidak melakukan aksi kekerasan. Ini tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Meski begitu, Tito menegaskan negara akan menindak tegas jika ada aksi – aksi sparatis yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Soft approach dilaksanakan, tapi seandainya soft approach tidak bisa dilaksanakan dan mereka melakukan pelanggaran hukum apalagi ada yang meninggal segala macam, kita harus bertindak tegas. Tegas,” ungkapnya.

“Kita harus tegakkan hukum. Siapapun dia, tegas. Dan saya tentu meminta kepada Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI bila perlu satgas yang ada tambah, perkuat lagi. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang melakukan pelanggaran hukum apalagi dengan senjata,” tandasnya.

News Feed