oleh

Memalukan, teriak mau pisah tapi masih betah diatas fasilitas Negara, aneh!

-Artikel, Kriminal, Sosial-1.972 views

Kitorangpapunews.com, Jayapura – Sebuah kelompok anti pemerintah di Papua, KNPB, menuai kecaman dari masyarakat Papua. pasalnya selama ini mereka berteriak pisah dari NKRI namun masih betah dan bangga menggunakan fasilitas Negara, sungguh aneh dan kekanak-kanakan.

Pantas saja dunia internasional yang mereka banggakan akan mendukung aksi dan rencana mereka tan kunjung memberikan dukungan, karena ternyata pihak asing pun berpendapat sama dengan kebanyakan masyarakat Papua, bahwa KNPB hanya pepesan kosong. Teriak pisah tapi masih betah di atas fasilitas Negara.

Mustahil dunia internasional dapat memberikan dukungan, karena kelompok yang mereka dukung sangat tidak konsisten dan tidak dewasa “kekanak-kanakan”. KNPB dengan bangga mendukung ULMWP yang berdalih memperjuangkan kemerdekaan papua di dunia internasional, namun sangat aneh dan tidak masuk akal.

Sebuah perjuangan yang mereka klaim untuk mensejahteraan papua sungguh tidak etis, ULMWP dan KNPB seringkali menggalang dana dengan cara-cara tidak manusiawi, yaitu dengan cara memalang jalan dan melakukan pemalakan uang kepada pengendara. Selain itu, dana yang sudah terkumpul bukan digunakan sebagai mana rencananya untuk memperjuangkan tujuan, namun dipakai untuk kegiatan mabuk-mabukan dan pesta, terlebih lagi digunakan oleh para pentolan ULMWP untuk mecari kesenangan di luar negeri.

“Kami rakyat Papua terkadang merasa jijik dan malu, karena KNPB selalu mengatasnamakan rakyat Papua, padahal hanya segelintir orang dengan kepentingan pribadi, jika lihat KNPB banyak pengikutnya, pengikutnya itu hanya orang-orang yang tidak tahu apa-apa yang dibodoh-bodohi oleh KNPB,” tutur Ones Suhun, salah satu aktivis yang sudah keluar dari KNPB

Kelompok KNPB ini bermukim di asrama Universitas Cenderawasih yang notabene merupakan fasilitas Negara untuk mahasiswanya. Namun demikian banyak mahasiswa yang terusir karena KNPB menguasai asrama tersebut dengan cara-cara yang tidak manusiawi.

Sebagian dari pemukim asrama tersebut memang masih berstatus sebagai mahasiswa UNCEN, walaupun sebagai mahasiswa universitas negeri tetapi mereka tidak segan-segan untuk teriak “pisah”, dan lucunya mereka masih menggunakan fasilitas kampus milik Negara, menikmati air dan listrik gratis dari Negara serta menerima ilmu dari dosen-dosen yang dibayar oleh Negara, sungguh ironis. (Dees)

 

News Feed