oleh

Melawan Lupa !!! “Aksi pelanggaran HAM Berat Pemberontak KKSB OPM di 1 Desember“

-Artikel-2.453 views

Kitorangpapuanews.com – Tentu ingatan kita masih jelas terasa pada 1 Desember 2018 lalu aksi pelanggaran HAM berat pemberontak KKSB OPM, dimana sebanyak 31 warga sipil meregang nyawa karena diterjang oleh timah panas dari kelompok kriminal Separatis bersenjata (KKSB). Para korban tersebut ternyata pekerja proyek infrastruktur yang tengah mengerjakan pembangunan. Selain korban dari kalangan pendatang, serangan oleh kelompok tersebut juga memakan korban meninggal dari warga asli Papua. Pembantaian terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak.

Jika kita mengkaji soal KKSB OPM, sungguh mereka sebenarnya bukanlah berjuang atas nama Papua. Mereka adalah segelintir orang yang mengaku Papua Namun sebenarnya sedang dimanfaatkan oleh orang lain atau bisa jadi orang asing atau berkepentingan asing. Lebih tepatnya, KKSB OPM adalah pengkhianat bangsa dan penghianat kepada bumi cenderawasih. Papua yang damai selalu dibuatnya penuh ancaman dan kekacauan.

KKSB OPM sendiri sudah lama menjadi organisasi separatis dan bahkan telah berusaha melepaskan diri dari Indonesia semenjak masa pemerintahan Republik Indonesia, tapi bukan hanya tentang itu, melainkan lebih kepada ancaman dan aksi bejat yang telah ditorehkan oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya tersebut.

Kelompok tersebut hanya ingin menodai sesama anak bangsa. Penghianatan yang mereka lakukan telah menggerogoti kedamaian tanah Papua tersebut. Entah mereka bergerak sendiri atau sudah dimanfaatkan oleh pihak Asing, yang jelas KKSB OPM telah banyak melakukan propaganda secara underground melalui internet untuk memperoleh simpati internasional dengan mengeksploitasi permasalahan HAM di Papua. Fakta yang terjadi KKSB OPM yang melakukan pelanggran HAM Berat Selama ini.

Kita patut bertanya kepada aktivis HAM yang membela Separatis KKSB OPM yang terbukti melakukan pelanggaran HAM selama ini?

Menanggapi terkait dengan hari ulang tahun KKSB OPM, masyarakat Papua menolak rencana peringatan ulang tahun KKSb OPM. Mereka yang menolak agenda tersebut juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas kelompok yang akan melaksanakan kegiatan peringatan ulang tahun KKSB OPM, karena hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan dapat menimbulkan keresahan masyarakat Papua.

KKSB OPM terbukti tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, mereka telah terbukti berani menyerang sesama warga Papua dan melakukan pembantaian rasisme suku hanya karena tidak sesuai dengan pemikiran KKSB OPM terkait pembebasan atau referendum.

Kekejaman yang dilakukan oleh KKSB OPM juga  sudah kelewat batas, sehingga aparat keamanan perlu memberikan tindakan tegas jika KKSB OPM kembali berulah melakukan pelanggaran HAM berat.

News Feed