oleh

MAXIMUS TIPAGAU : DORONG PEMBANGUNAN DAN PROMOSIKAN PARIWISATA KAMPUNG KEAKWA

Kitorangpapuanews.com – Kabupaten Mimika tidak hanya kaya akan mineral tambang emas dan Tembaga, tetapi juga menyimpan kekayaan potensi wisata yang belum dikelola secara maksimal.

Maximus Tipagau Waukateyau, mengatakan pariwisata Kabupaten Mimika memiliki beragam warna, seperti wisata alam berbasis pantai, pegunungan carstensz yang memberikan destinasi keindahan alam, termasuk beberapa destinasi di tengah Kota Timika.

Yayasan Somatua sudah mempersiapkan konsep untuk  mengemas dunia pariwisata terutama wilayah pantai sebagai ikon andalan sebelum momen perhelatan akbar PON XX Papua 2020 yang ditunda pelaksanaannya di tahun 2021 mendatang.

Sepanjang garis pantai Mimika mulai dari Nakai hingga Potowayburu, banyak menyimpan pantai eksotik dengan hamparan pasir yang cukup panjang.

Baru-baru ini pembangunan infratruktur pariwisata seperti homestay dan promosi pantai Keakwa telah gencar dilakukan untuk menarik minat wisatawan.

 

Foto : Masyarakat kampung Keakwa membangin Homestay

Seperti Pantai Keakwa, Kampus Biru, Pantai Amar hingga Ipaya, menawarkan keindahan berbeda dengan wilayah lain.

Keakwa juga menawarkan wisata mangrove, salah satu destinasi wisata yang sementara dikelola Pemkab Mimika berlokasi di kawasan hutan Pomako.

“Uniknya, mangrove Mimika terkenal di dunia, dimana ada satu jenis mangrove dengan ciri-ciri pohonnya tegak lurus bisa mencapai lebih 25 meter tingginya, ini hanya ditemukan di Kampung Keakwa, dimana Maximus Tipagau diangkat sebagai anak adat beberapa waktu lalu.

Potensi lainnya yaitu wisata bahari juga bisa dikembangkan sedang dikembangkan karena perairan Kekwa kaya akan aneka jenis ikan.

“Semuanya ini jadi daya tarik dan potensi yang bisa mendatangkan sumber pendapatan yang mumpuni,” tedas Maximus Tipagau.

Maximus mengaku, pemerintah daerah memang memiliki keterbatasan dalam menunjang pariwisata khususnya. Hal ini dikarenakan menyangkut kepercayaan seseorang, langkah memungkinkan adalah memaksimalkan promosi potensi pariwisatanya.

Dikatakannya, grand design pengembangan pariwisata di kampung Kekwa, tidak lain merupakan respon dari kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan 10 destinasi wisata nasional.

Maximus menjelaskan, khusus potensi wisata pantai, pihaknya sudah mendorong masyarakat maupun aparatur kampung menjaga kekhaskan dan keasrian view yang akan disulap jadi kawasan wisata.

“Pantai jadi salah satu andalan, karena kita memiliki cukup banyak. Saya sudah mendorong aparatur kampung dan masyarakat pesisir untuk melakukan pendekatan agar terlahir sebuah MOU dengan Kementerian Kehutanan dan KLH, karena menyangkut Taman Nasional Lorents,” katanya.

Ini merupakan cita-cita besar dari seorang Tipagau Waukateyau untuk mengembangkan dan memajukan kampung Keakwa Mimika, termasuk menarik investor untuk berinvestasi di Mimika.

News Feed