MASYARAKAT TRAUMA DAN MENGUNGSI KARENA AKSI SEPARATIS KKSB TPN OPM

oleh

Hasil gambar untuk FOTO EGIANUS KOGOYAKitorangpapuanews.com – Kitorang dengan harapan penuh, meminta kepada bapak Presiden bahwa separatis TPN OPM jadi permasalah di Papua. Memohon Pemerintah Daerah gubernur dan Bupati terkait melakukan aksi nyata untuk menyerukan kepada TPN OPM untuk meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Sehingga masyakat papua menjadi tenang dan aman dalam menjalankan kehidupannya penuh kedamaian.

Para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) harusnya membuka mata, melihat bahwa ini adalah pelanggaran berat yang dilakukan Separatis KKSB TPN OPM. Pelaku kejahatan ini harus ditangkap segera, hidup maupun mati. Masyarakat papua meminta bantuan pemerintah dan aparat untuk mengejar dan menangkap separatis KKSB TPN OPM dimana telah membuat hidup masyarakat tidak tenang. Bahkan, masyarakat terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau kerabat di kabupaten lain yang mengakibatkan sekitar 11 distrik di Nduga dalam kondisi kosong. Masyarakat di sana memang memiliki trauma terhadap keberadaan separatis KKSB TPN OPM di wilayahnya sejak peristiwa penembakan tepat korban nya putra asli Papua, Alm. Pratu Anm Usman Hembelo yang merupakan suku asli Yali Angru dari Kab. Yahukimo.

Tercatat Separatis KKSB TPN OPM telah melakukan pembantaian secara sadis terhadap 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Ke 31 orang pekerja jembatan ini merupakan buruh bangunan dari PT Istaka Karya dilaporkan tewas. Penembakan di Bandara Kenyam Pada 25 Juni 2018, kelompok Egianus Kogoya menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut. Pemerkosaan dan penganiyaan guru dan tenaga medis Pada Oktober 2018, kelompok Egianus Kogoya pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga. Separatis KKSB yang baik secara langsung melakukan aksi maupun propaganda melalui media sosial dan menyatakan ingin melepaskan diri dari NKRI, itu sudah ancaman langsung terhadap Kedaulatan Negara.

Papua bagian dari NKRI. Artinya masyarakat yang ada di wilayah tersebut bukan hanya masyarakat asli setempat, tetapi ada juga warga negara Indonesia lainnya. Fakta lainnya, korban-korban kekejaman TPN OPM rata-rata warga sipil sehingga TNI/POLRI harus hadir untuk melindungi setiap warga Indonesia dan penegakan hukum. Keberadaan personel TNI/Polri di wilayah Papua membuat hidup masyarakat tenang.