oleh

Masyarakat se-Papua tegaskan dukung Pancasila

-Artikel, Sosial-1.558 views
Para peserta aksi di depan Gedung Gubernur Papua (Foto : Dees)

Jayapura – Aksi demo damai solidaritas masyarakat Papua untuk Pancasila digelar oleh Pimpinan Gereja-Gereja se-Papua (PGGP) dan ribuan massa di Gedung DPR Papua, Senin (15/5). Besarnya perhatian masyarakat Papua terhadap isu yang beredar saat ini, mendorong Gereja-gereja se- Papua untuk ikut turun ke jalan.

Aksi demo tersebut dilakukan di depan kantor DPR Papua dan dilanjutkan long mars menuju kantor Gubernur Provinsi Papua, Dok 2 Jayapura.

Dikatakan oleh Ketua Umum PGGP, Mgr. Leo L Ladjar OFM bahwa perkembangan situasi nasional sekarang ini terindikasi adanya ormas-ormas dengan paham radikal yang ingin merubah ideologi negara Indonesia. Jangan sampai gerakan radikal tersebut mengganggu rasa aman kehidupan berbangsa dan bernegara terlebih di Papua.

“Kami inginkan Indonesia tetap damai, harus bubarkan kelompok separatis, HTI dan FPI, serta tindak tegas oknum yang memicu perpecahan,”  katanya.

Para peserta aksi sedang menyuarakan dukungannya kepada Pancasila di sekitar Gedung Gubernur Papua (Foto : Dees)

Dalam aksinya tersebut, massa juga membacakan beberapa pernyataan sikap, antara lain :

Kami, Gereja-Gereja di Papua, dengan tegas mendukung Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Kami kuatir bahwa kelompok tertentu sedang berusaha menyingkirkan dan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi yang lainnya. Sudah terbukti kelompok Papua Merdeka yang selama ini membuat perpecahan dan berusaha meruntuhkan idiologi NKRI.

Kami mendesak Pemerintah, melalui dekrit Presiden, agar melarang kelompok dan gerakan radikalisme yang tidak toleran berkembang di Indonesia.

Kami mendesak agar semua suku, agama dan umat beragama serta pejabat yang adalah warga Negara Indonesia diperlakukan sama di hadapan hukum. Jangan karena tokoh atau pejabat sehingga dibeda-bedakan secara hukum.

Kami menolak politik berdasarkan tekanan mayoritas jumlah penganut agama dan suku yang menyingkirkan fakta pluralitas agama/ suku, dan yang merendahkan etnis dan agama minoritas.

Demi keadilan hukum yang konkret dan bermartabat, kami menentang mafia dan politisasi peradilan di Indonesia.

Kami meminta Pemerintah Papua secara tegas dengan Perda Otsus :

a) Melarang individu, kelompok dalam bentuk organisasi apa pun dengan aliran radikalisme dan anti Pancasila berada dan hidup di Tanah Papua.

b) Melarang penyebaran paham radikalisme agama di kampus dan sekolah-sekolah, di rumah ibadah, pesantren, di lembaga-lembaga pemerintahan dan non pemerintahan, dan di masyarakat umum di Tanah Papua.

c) Melarang partai politik memayungi dan memanfaatkan individu, kelompok dan organisasi dengan paham radikalisme agama serta anti-Pancasila di Tanah Papua.

Para peserta aksi melepas balon merah putih sebagai tanda berakhirnya aksi damai tersebut (Foto : Dees)

Peserta aksi diterima oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM, dengan mengatakan bahwa aspirasi dari masyarakat Papua ini telah diterima dan selanjutnya akan disampaikan ke pusat.

Aksi damai ini di akhiri dengan menerbangkan balon merah putih ke udara, aksi damai ini sempat membuat lalu lintas di jayapura menjadi macet. Namun, aksi damai ini dapat berakhir dengan damai tanpa ada kerusuhan. (DS)

News Feed