Masyarakat Pegunungan kecam Eks Tapol Papua Filep Karma

oleh
Filep Karma, Eks Tapol yang berambisi menjadi pimpinan salah satu kelompok separatis politik di Papua (Dok. Istimewa)

Wamena – Baru-baru ini telah beredar pernyataan Filep Karma seorang mantan Tapol, yang menyatakan bahwa pembangunan Papua tidak akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi masyarakat Papua. Ia lebih memilih masyarakat Papua hidup dengan cara primitif dan menolak pembangunan, “lebih baik seperti dahulu saja, makan ubi, makan singkong daripada makan makanan yang bergizi dari kota” tuturnya.

Pembangunan jalan trans Papua pun ia singgung, ia menganggap jalan trans Papua yang dibangun merupakan akal-akalan pemerintah saja untuk memperoleh keuntungan. “Jangan kita mau dibangunkan jalan, karena jalan itu hanya buat pemerintah dapat untung saja, lebih baik kita tidak punya jalan” tambahnya.

Tentunya hal tersebut sangat bertentangan dengan harapan masyarakat Papua. Masyarakat Papua yang sudah sangat merindukan daerahnya tersentuh pembangunan dan memperoleh kesetaraan taraf kehidupan yang sama dengan daerah-daerah lain.

Tentunya sangat marah dan geram dengan pernyataan Filep yang mengatasnamakan rakyat Papua yang menolak pembangunan. “Itu hanya pemikiran terbelakang dia saja” Ujar Agus Hubi, tokoh adat masyarakat Wamena.

Pasalnya menurut masyarakat, khususnya masyarakat pegunungan, pernyataan Filep tersebut dapat menghambat pembangunan Papua, jika pembangunan terhambat, sama saja dengan menyiksa rakyat Papua untuk terus-menerus menderita dalam hidup serba kekurangan dan keterbelakangan.

Hubi pun angkat bicara, “Kami warga Wamena sangat marah dengan pernyataan Filep Karma, justru kami masyarakat Papua sangat terima kasih dan mendukung pembangunan di Papua” tegasnya.

“Dengan adanya jalan, kami bisa bepergian dengan mudah dan kami bisa tersentuh oleh peradaban. Anak-anak menjadi pintar, kebutuhan pokok terpenuhi, taraf ekonomi meningkat karena trans Papua akan menjadi jalur perekonomian,” tambahnya.

Senada dengan Agus, Marten Wenda pun berpendapat bahwa dengan adanya pembangunan trans Papua, masyarakat dapat menempuh perjalanan darat dan mengeluarkan biaya lebih sedikit daripada harus naik pesawat dengan biaya yang sangat mahal.

Warga pegunungan menyambut baik pembangunan yang dilaksanakan secara besar-besaran oleh pemerintah, masyarakat percaya kehidupan mereka akan lebih baik lagi dimasa yang akan datang sebagai dampak dari pembangunan ini. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *