Masyarakat Nabire Marah, Aktivis HAM Gunawan dan Jhon Gobay Sebut PLTMG Tak Berguna Bagi Masyarakat

oleh

Kitorangpapuanews.com, Nabire – Program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua yang di canangkan oleh pemerintah pusat maupun Daerah perlahan sudah banyak yang terealisasi, masyarakat Papua pada umumnya sudah merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

Pembangunan yang dilakukan selain infrastruktur juga Sumber Daya Manusia (SDM), dimana peningkatan taraf pendidikan, kesehatan dan keterampilan Rakyat terus ditingkatkan melalui program beasiswa, pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat yang berbasis kesejahteraan.

Beberapa waktu yang lalu, Rabu (20/12), Presiden Joko Widodo telah meresmikan RSUD Nabire, Bandara Douw Aturure dan Pembangkit Listrik Tenaga Minyaj dan Gas (PLTMG) Nabire. Dengan diresmikannya ketiga fasilitas penunjang kesejahteraan rakyat tersebut masyarakat sangat gembira. Kegembiraan tersebut di wujudkan dalam kemeriahan penyambutan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Nabire dalam rangka meresmikan ketiga objek vital tersebut.

Masyarakat sangat apresiasi atas kerja keras pemerintah karena telah mewujudkan impian yang sejak lama dinanti oleh masyarakat Nabire, yaitu kesejahteraan dibidang kesehatan, fasilitas listrik yang tersedia sepanjang hari serta sarana transportasi pesawat dengan tersedianya bandara.

Bupati Nabire Isaias Dow, S. Sos mengemukakan kegembiraannya mewakili seluruh masyarakat Nabire saat ditemui awak media usai mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Bandara Douw Aturure, “Ini adalah periode terakhir kepemimpinan saya, saya sangat gembira dapat bekerjasama dengan pemerintah pusat mewujudkan pembangunan Kabupaten Nabire, Kabupaten Nabire sendiri adalah kabupaten penyangga dari 6 kabupaten lainnya di wilayah pegunungan tengah, sehingga pembangunan Nabire juga dapat membantu kesejahteraan 6 kabupaten lainnya,”” ujarnya.

Meskipun demikian, kegembiraan masyarakat Nabire dinodai oleh pernyataan tidak sedap dari seorang aktivis HAM Gunawan Inggeruhi, ia menyatakan dalam sebuah media online bahwa pembangunan PLTMG dan lain-lain di Nabire tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Spontan masyarakat Nabire marah dan mengecam sang aktivis HAM tersebut pada kolom komentar media online tersebut. Masyarakat Nabire menganggap Gunawan sebagai pengkhianat, karena ketika rakyat merasakan kegembiraan karena mendapatkan manfaat dari pembangunan, namun ia justru menampikkan hal tersebut seolah-olah tidak senang melihat rakyat bahagia.

Mengutip sebuah cuitan seorang pembaca yang mengatakan “Aktivis HAM Gunawan hanya kedok untuk mendapatkan keuntungan, hatinya tidak ada kasih sayang sesama, dasar pengkhianat,” ujarnya dalam kolom komentar.

Tak hanya Gunawan, sekretaris II DAP Nabire Jhon Gobay pun menjadi sorotan masyarakat karena, sering menghambat perbangunan Papua dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan pemerintah dan menyakiti hati rakyat, ia pun sangat berambisi untuk menghambat pembangunan yang diduga merupakan pesanan dari suatu kelompok atau seseorang yang tidak suka Papua mengalami kemajuan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *