MASYARAKAT MUSLIM PAPUA RAYAKAN HARI MAULID NABI MUHAMMAD SAW

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan seluruh umat muslim di dunia. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia turut serta dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya di wilayah Jawa yang mayoritas muslim, bahkan di Papua pun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar dengan antusiasme yang sangat besar.

Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Jayawijaya, Selasa (20/11) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di gedung Bazda Yapis Wamena yang dihadiri ribuan umat Islam di Jayawijaya.

Ustadz Muhammad Muzakir Asso dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua saat menyampaikan hikmah maulid nabi mengungkapkan, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini bagaimana pengembangan karakter bangsa, terutama generasi penerus, agar dapat meneladani sifat Rasullullah.

“Lebih ditekankan kepada pengembangan karakter bangsa terutama generasi penerus, agar dalam kesempatan Maulid ini khususnya umat Islam lebih banyak bisa mengambil contoh dari Rasulullah sebagai pedoman hidup sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, sifat Rasulullah yang patut diteladani contohnya dalam pemerintahan seperti kejujuran, keikhlasan, keterbukaan dalam melaksanakan tugas beliau (Nabi Muhammad SAW) tanpa pamrih, tidak pernah mengharapkan pujian, tetapi beliau dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab semata-mata hanya karena Allah SWT.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, kita berharap supaya pemerintah dan kita seluruh komponen bangsa melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, jujur, insya Allah itu semua akan ada balasannya. Apa yang kita tanam, itu pula yang akan kita tuai, karena segala sesuatunya itu pasti ada hikmahnya yang bisa kita petik,” ujar dia.

Ketua PHBI Jayawijaya, Soltan Takdir mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi ini merupakan suatu momentum yang tepat untuk lebih mengingatkan kembali seluruh umat Islam khususnya di Jayawijaya, napak tilas Nabi Muhammad SAW.

“Bukan hanya beliau sebagai nabi dan rasul, akan tetapi begitu banyak peran yang beliau jalankan yang bisa menjadi suatu tauladan dan panutuan bagi kita semua,” katanya.

Menurutnya, di era milenial saat ini dirasakan kekurangan tokoh panutan yang menjadi sandaran kaum Muslimin, khususnya dalam merefleksikan fungsi umat Islam di bumi sebagai khalifah dan rahmatan lil alamin.

“Begitu pula tentang isu-isu kekinian saat ini masih hangat dibicarakan, hingga pada tingkatan nasional. Sehingga momentum ini kami ramu menjadi sebuah tema yang penting kami sosialisasikan kepada masyarakat Jayawijaya, secara umum serta masyarakat muslim khususnya,” katanya. (*)