oleh

Masyarakat Minta Peredaran Miras Dan Narkoba Dihentikan

-Berita-208 views

Kitorangpapuanews.com – Dalam Rapat Dengar Pendapat ini, masyarakat meminta kepada MRP Pokja Agama, untuk memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, agar dapat menutup aktivitas penjualan miras yang masih beredar di wilayah Kota Jayapura. Tidak hanya itu, masyarakat meminta agar seluruh komponen masyarakat dapat bekerja sama dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis ganja yang ada di Papua, khususnya di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Majelis Rakyat Papua (MRP) melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama masyarakat dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura di Aula Kantor Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Kamis (22/2) kemarin.

Alasan masyarakat meminta Pemkot Jayapura menutup peredaran miras di Kota Jayapura, karena banyaknya kasus orang meninggal dunia akibat miras yang terjadi di Kota Jayapura. Kebanyakan kasus ini dialami oleh generasi muda yang merupakan pemimpin masa depan di Papua.

Salah satu Masyarakat Dengar Pendapat Bersama MRP, Agustinus Apaseray mengatakan, peredaran minuman keras (miras) atau minuman beralkohol di Kota Jayapura ini memang sudah banyak mengakibatkan orang meninggal dunia (MD). Oleh karena itu, sebaiknya toko-toko miras yang ada di Kota Jayapura harus ditutup.

“Kalau kami dari tokoh perempuan mengatakan miras harus ditutup dan tidak ada cerita lagi. Kalau berkaitan dengan zat adiktif ini perlu dilihat secara baik oleh pemerintah, sehingga aturan-aturan yang ada benar-benar memihak kepada kita masyarakat, khususnya mama-mama,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Pokja Agama MRP, Yoel Mulait, S.H mengatakan, dari hasil dengar pendapat dengan masyarakat memang mereka (masyarakat) semua setuju agar minuman keras (miras) yang beredar di Kota Jayapura dan juga narkoba harus segera dituntaskan atau ditutup.

“Tentu akan ada rekomnedasi dari MRP kepada Pemkot Jayapura dan Pemda Keerom, dimana berkaitan dengan regulasi tentang miras yang ada di Kota Jayapura dan narkoba jenis ganja yang beredar di Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura,” katanya.

Mulait mengatakan, pihaknya akan melakukan audiens dan bertemu langsung dengan  Walikota Jayapura dan Bupati Keerom, untuk membicarakan menganai miras dan narkoba yang marak beredar di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom saat ini.

“Kami sudah mendengarkan aspirasi dari masyarakat, sehingga kami akan melakukan pertemuan dengan Walikota dan Bupati Keerom, untuk menyampaikan langsung aspirasi masyarakat, guna mengambil langkah-langkah yang lebih cepat dalam menangani masalah miras dan narkoba ini,” ujarnya.

Mulait menyatakan, kesimpulan dari kegiatan dengar pendapat ini sebenarnya masyarakat mengiginkan agar miras dapat ditutup di Kota Jayapura dan ada masyarakat yang mengatakan tidak perlu pemerintah pungut pendapatan asli daerah (PAD) dari miras, karena tidak halal.

“Ini yang kami dapati dari masyarakat. Kalau dari pemerintah lebih banyak menjelaskan soal aturan dan dari Aparat TNI Dari Bataylon Pamtas memang mengatakan lebih banyak jalan tikus di perbatasan. Ini yang mustinya kita perketat di kota,” pungkasnya,

Dalam kegiatan dengar pendapat ini menghadirkan para pemateri dari Pemerintah Kota Jayapura, Polresta Jayapura Kota, Polres Keerom, Satgas Pamtas Yonif 713, dan Badan Kerja Sama Perbatasan Pemerintah Provinsi Papua, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua.

News Feed