oleh

Masyarakat Kembali Gembira Karena Pemkab Puncak Beli Hasil Panen Sayur Gunakan Dana Otsus

Kitorangpapuanews.com – Warga Kabupaten Puncak Papua kembali Gembira, karena semua hasil panen sayur mayurnya dibeli oleh Pemkab Puncak menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).

Jika selama ini masyarakat Kabupaten Puncak kesulitan untuk menjual hasil kebunnya, karena pembatasan sosial, membuat pasar-pasar menjadi sunyi, namun kali ini mereka mulai gembira, lantaran hasil kebun mereka, berupa sayur-mayur dan buah-buahan segar tanpa pupuk, mulai dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Papua melalui Dinas Tenaga Kerja Perindutrian, Perdagangan dan koperasi (Disnakerperindagkop) bekerja sama dengan BUMD Puncak Papua Mandiri.

Kegiatan pembelian hasil kebun masyarakat dihadiri Sekda Puncak Papua, Abraham Bisay, mewakili Bupati Puncak, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja,Perindustrian,Perdagangan,dan Koperasi (Kadisnakerperindagkop) Naftali Hagawal dan pimpinan BUMD Puncak Papua Mandiri, serta beberapa pimpinan OPD, dan kepala distrik yang dilaksanakan di halaman Kantor Distrik Ilaga, Papua.

Program pembelian sayur-mayur merupakan salah satu program unggulan Bupati Puncak Papua, Willem Wandik dan Wakil Bupati Pelinus Balinal yang telah dilaksanakan sejak 2019.

Sedangkan penggunaan dana Otsus untuk membeli hasil kebun warga dilakukan agar masyarakat memiliki penghasilan, apalagi saat kondisi virus corona seperti ini, dimana hasil kebun dari masyarakat berlimpah, namun masyarakat kesulitan pemasaran, sehingga pemerintah berkewajiban untuk membantu masyarakat.

Kadisnakerperindagkop Naftali Hagawal mengatakan program pembelian sayur untuk tahun 2020 diatur dengan jadwal teratur, yakni akan diawali dari masyarakat di 2 distrik terlebih dahulu, yaitu Distrik Beoga dan ilaga.

“Dalam satu minggu, ada 3 kali pembelian yang diatur dengan jadwal kedatangan pesawat yang akan didistribusikan langsung ke Timika sebagai lokasi pemasaran,” katanya.

Jadwal pembelian hasil kebun warga dilakukan setiap hari Senin, Rabu dan Kamis. Sementara Distrik Beoga dilakukan jadwal pembelian yaitu Selasa, Jumat, Sabtu.

Sedangkan jadwal angkutan dengan menggunakan pesawat menuju Timika, yaitu Distrik Ilaga Selasa, Kamis dan Jumat. Sementara angkutan di Distrik Beoga ke Timika, yaitu Senin, Rabu dan Sabtu.

“Kita sudah atur jadwal, pesawat akan angkut dalam satu minggu 3 kali dari Beoga – Timika dan dari Ilaga – Timika. Kami kerja sama dengan BUMD Puncak dan beberapa perusahan penerbangan yang selama ini melayani penerbangan di Kabupaten Puncak,” ujarnya.

Naftali melanjutkan program dengan dana Otsus ini berkisar Rp1 miliar lebih, dengan rincian untuk Distrik Ilaga berkisar Rp1 miliar yang digunakan untuk membeli hasil kebun warga di Distrik Gome, Ilaga Utara.

Sementara di Distrik Beoga akan berputar dana sebesar Rp700 juta untuk pembelian hasil kebun warga.

“Program ini juga secara tidak langsung mengajak masyarakat Puncak untuk kembali ke budaya berkebun, karena sumber utama di Kabupaten Puncak adalah perkebunan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan BUMD Puncak Papua Mandiri, Kartika Dewi mengatakan BUMD membeli hasil bumi dari masyarakat dalam hitungan kilogram.

Selanjutnya hasil kebun ini akan dipasarkan di Timika dengan lokasi pemasaran di pasar tradisional dan perhotelan.

“Harga jual hasil kebun ini akan disamakan dengan harga pasar di Kabupaten Mimika. Hal utama dari program ini adalah corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab social kepada masyarakat, namun ada system bisninya juga,” jelasnya.

News Feed