oleh

Masyarakat Ditindas, TPN OPM Putar Balikan Fakta 

-Artikel, Kriminal-1.413 views
Situasi masyarakat Kampung saat dikumpulkan oleh kelompok TPN OPM disebuah lapangan. (Dok. Khusus)

Kitorangpapuanews.com, Tembagapura – Tersiar di salah satu surat kabar online edisi Jum’at (10/11/2017), sebuah wawancara dengan narasumber Hendrik Wamang yang mengaku sebagai Staff Makodam III TPN OPM, Ia menyatakan bahwa rakyat berada di belakang dan mendukung apa yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut. Selanjutnya tokoh tersebut juga mengelak bahwa TPN OPM telah melakukan pemerkosaan, penganiayaan dan penindasan terhadap masyarakat di wilayah Tembagapura.

Pernyataan tersebut merupakan siasat keji kelompok separatis untuk memutarbalikan fakta dan keadaan yang sebenarnya terjadi di wilayah Tembagapura. Berikut merupakan beberapa fakta peristiwa terkait perkembangan situasi kebiadaban kelompok TPN OPM di Tembagapura.

Pada Senin (30/10) yang lalu, berdasarkan informasi dari masyarakat yang berada di Kampung Longsoran bahwa pada pukul 19.30 WIT sekitar 3 orang anggota TPN OPM mendatangi keluarga masyarakat pendatang a.n. Beny (Suku Toraja), selanjutnya menculik dan memperkosa istri yang bersangkutan a.n. Mama Lea.

Di lokasi yang berbeda pada pukul 20.00 WIT sekitar 20 orang anggota kelompok TPN OPM menjarah uang dan perhiasan emas yang dimiliki sdri. Erni yang dilakukan dengan cara menodongkan senjata.

Selain pemerkosaan dan perampokan, pada Minggu (5/11), sekitar pukul 22.00 WIT, kelompok TPN OPM melakukan penjarahan dan pembakaran kios-kios milik masyarakat di Kampung Longsoran dan mengakibatkan masyarakat pemilik kios berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri, motif pembakaran tersebut karena kelompok TPN-OPM tidak mendapatkan barang yang diinginkan dari kios masyarakat.

Kondisi kios pasca pembakaran dan penjarahan oleh kelompok TPN OPM. (Dok. Khusus)

Selanjutnya, Senin (6/11/2017), kelompok TPN OPM mengumpulkan masyarakat Kampung Longsoran serta melakukan tindakan kekerasan, penjarahan dan perampasan HP milik warga karena dicurigai memberikan informasi kepada Aparat Keamanan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang warga yang berhasil melarikan diri keluar dari kampung, pada saat itu masyarakat dikumpulkan di sebuah jalan, kemudian kelompok TPN OPM menembakan senjata berkali-kali ke udara sehingga saat itu masyarakat merasa sangat ketakutan, situasi semakin mencekam ketika kelompok TPN OPM menyiksa dan memunuh beberapa warga yang mereka duga sebagai pengkhianat.

Tidak hanya itu, pada Selasa (7/11/2017), seorang karyawan PSU (Pangan Sari Utama) PT.Freeport a.n. Martinus Beanal telah dinyatakan hilang dan baru ditemukan pada hari Kamis (9/11/2017) dalam keadaan tak bernyawa di Kali Pindah Baru, dekat camp TPN OPM di Kampung Utikini. Keluarga korban sangat mengecam tindakan TPN OPM tersebut dan akan menuntut denda adat kepada kelompok bersenjata tersebut.

Kejadian tersebut tentunya menandakan bahwa yang menjadi sasaran kelompok TPN OPM bukan hanya masyarakat pendatang, namun masyarakat asli pun menjadi korban baik penyiksaan maupun pembunuhan (https://youtu.be/dWiSB2BGOXY).

Beberapa insiden di atas adalah sebagian kecil dari sekan banyak bukti kebiadaban kelompok TPN OPM, peristiwa-peristiwa tersebut seringkali diputabalikkan faktanya oleh kelompok TPN OPM agar masyarakat mau menerima mereka di kampung dan mau memberikan kebutuhan yang diperlukan oleh kelompok TPN OPM, karena di beberapa wilayah sebagian besar menganggap kelompok TPN OPM adalah sampah masyarakat yang selalu membawa kesengsaraan dan petaka bagi masyarakat.

Jelaslah sudah bahwa tujuan kelompok TPN OPM yang mengisolasi perkampungan di Tembagapura saat ini bukan semata-mata bertujuan untuk membela kepentingan masyarakat Papua seperti yang terus didengung-dengungkan selama ini. Namun sebaliknya, tujuan kelompok biadab ini tidak lain hanyalah berlatar belakang kriminal demi kepentingan sepihak.

Senada dengan yang disampaikan oleh para warga di Distrik Tembagapura bahwa jangan sampai kita dengan mudah termakan isu dan pembodohan yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri mereka TPN OPM. (**) 

News Feed