oleh

Massa di Bandung Bentangkan Spanduk ‘Papua Itu Indonesia’

-News, Publik-601 views
Massa di Bandung Bentangkan Spanduk Papua Itu Indonesia
Massa gabungan di Kota Bandung membentangkan spanduk soal Papua.

Kitorangpapuanews.com-Bandung – Massa dari sejumlah ormas di Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/9/2019). Mereka mengajak masyarakat bersatu mempertahankan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Massa gabungan dari Manggala Garuda Putih dan FKPPI ini turun ke jalan menyuarakan aspirasinya. Aksi ini bentuk solidaritas terhadap situasi Papua yang memanas belakangan ini. Mereka mengingatkan masyarakat tidak terhasut provokasi sekelompok orang yang ingin memecah NKRI.

“Terjadinya keributan (Papua) karena provokator buat kekacauan untuk cari keuntungan. Sebagai warga negara, jangan mau diadu domba,” kata Ketum Manggala Garuda Putih Jhony Hidayat dalam orasinya.
Menurutnya, situasi yang memanas ini dimanfaatkan sekelompok orang untuk memisahkan Papua dari pangkuan Ibu Pertiwi. Karena itu, kata dia, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat berusaha melindungi Papua.

“Papua tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Kita harus pertahankan Papua. Termasuk orang Sunda di Jabar sudah menganggap orang-orang Papua sebagai saudara,” ujarnya.

“Kami sebagai ormas akan tetap berada di belakang TNI-Polri mengamankan kedaulatan NKRI,” Jhony menegaskan.

Massa di Bandung Bentangkan Spanduk 'Papua Itu Indonesia'
Gabungan sejumlah ormas di Bandung ini mengajak masyarakat bersatu mempertahankan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia

Selain itu, pihaknya mendukung pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di tanah Papua. Hal ini sebagai bentuk pemerataan pembangunan yang berkeadilan.Perwakilan FKPPI Umar Komarudin mengatakan pihaknya akan terus menyuarakan perlawanan terhadap kelompok yang menginginkan referendum Papua. “Kami tegaskan sebenarnya wacana Papua Merdeka ini tidak ada. Hanya ada sekelompok orang yang menginginkan itu dan jelas kita tolak,” tutur Umar.

 

 

News Feed