Masih lajang?? Jangan habiskan THR!

oleh -22.045 views

Jakarta – Mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hak setiap pegawai yang bekerja di perusahaan ataupun instansi. Tak hanya bagi pegawai yang telah berstatus menikah dan memiliki keluarga, THR juga berhak diterima oleh mereka yang masih lajang.

Perencana Keuangan Finansia Consultan Eko Endarto menuturkan, jumlah kebutuhan bagi pegawai yang masih lajang tentu tidak akan sebesar pegawai lainnya yang telah memiliki keluarga.

Selagi masih lajang dan kebutuhan pengeluaran belum terlalu besar, THR jangan dihabiskan. Ada baiknya untuk disimpan atau diinvestasikan agar bisa memberi manfaat yang lebih besar di masa depan.

“Kalau yang lajang karena dia tidak punya tanggungan artinya berlebih, maka mereka bisa gunakan untuk berbagi pada orang tua, saudara, atau orang yang kekurangan. Setelah itu bisa berinvestasi untuk masa depan,” ujarnya kepada media, Minggu (11/6/2017).

Salah satu bentuk investasi yang paling mudah dari sisa uang THR pegawai yang masih lajang adalah menabung. Termasuk untuk keperluan menikah atau bahkan membeli kendaraan.

Sementara itu, bagi pegawai yang telah berstatus menikah tentu harus mengutamakan keperluan yang sifatnya prioritas. Salah satunya menganggap mudik sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan.

Kendati demikian, yang perlu diingat adalah membatasi kebutuhan mudik dengan alokasi THR yang dimiliki. Agar tidak sampai memaksa seseorang untuk berutang.

“Bagi pegawai yang telah berumah tangga dia mesti tau dulu apakah dia ada di kampung (mudik) atau di kota. Maka pasti akan berbeda alokasinya, agar disesuaikan dengan THR, jangan sampai berutang,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *