oleh

Masa Depan Cerah Generasi Penerus Di Papua

-Berita, News-4 views

 

Kitorangpapuanews.com – kami ajak putra-putri Papua, mari bergabung di SMK. Di SMK, bukan hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan, melainkan juga kemampuan dan keterampilan yang dapat berguna di dunia industri. Tak usah diragukan lagi bahwa SMK merupakan jenjang pendidikan yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan secara akademis, melainkan pula memberikan kemampuan dan keterampilan sebagai dasar lulusannya untuk siap mengarungi dunia industri.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sedang bergulir, baik dari jenjang SD ke SMP maupun dari jenjang SMP ke SMA/SMK. Untuk jenjang SMK, SMK Negeri 1 Jayapura tengah membuka program Kelas Industri Perhotelan yang khusus diperuntukkan bagi anak Orang Asli Papua (OAP).  Apa dan bagaimana kelas industri tersebut?

SMK Negeri 1 Jayapura merupakan salah satu institusi pendidikan di Kota Jayapura yang gencar menciptakan lulusan berkualitas, yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang dimaksudkan itu, sehingga siap bekerja di dunia industri.

Di tahun ajaran 2020-2021, SMK Negeri 1 Jayapura tidak hanya membuka kelas reguler dari setiap jurusan yang dimilikinya. Melainkan pula membuka kelas khusus bagi putra-putri asli Papua. Kelas yang dimaksud adalah Kelas Industri Perhotelan.

“Dengan dibukanya kelas unggulan Industri Perhotelan ini, yang mana hanya diperuntukkan khusus bagi putra-putri asli Papua, maka sangat diharapkan bagi putra-putri asli Papua kita ini untuk mendaftarkan diri, terlebih Kelas Industri Perhotelan ini terbatas hanya untuk 25 siswa-siswi,” terang Kepala SMK Negeri 1 Jayapura, Ana Rebeka Rumbiak, kepada Cenderawasih Pos.

Perihal kriteria dalam Kelas Industri Perhotelan, Kepsek Rumbiak menjelaskan bahwa tinggi badan untuk perempuan minimal 158 cm, sedangkan untuk laki-laki minimal 160 cm. Namun, sambungnya, dipahami juga bahwa pada dasarnya, anak usia sekolah masih di dalam masa pertumbuhan, sehingga dalam perjalanannya, tinggi badannya tentu akan bertambah. Selain itu, tidak buta warna dan berpenampilan menarik menjadi persyaratan lainnya.

“Kriteria ini merupakan kriteria yang diterapkan di industri perhotelan secara umum. Jadi, ketika kelas XI, ketika magang di hotel, status anak-anak ini sudah semi-karyawan dari hotel tempat mereka magang. Sehingga setelah lulus, mereka bisa direkrut oleh hotel tersebut,” terangnya.

Ketua Kompetensi Keahlian Perhotelan SMK Negeri 1 Jayapura, Elsina Selfiana Kaiway, menambahkan, selain tinggi badan yang menjadi kriteria, pada dasarnya calon siswa harus berpenampilan menarik, mampu berbahasa Inggris dan Indonesia.

“Tidak perlu bisa bahasa Inggris secara mahir, melainkan paling tidak mampu berkomunikasi, bukan hanya bahasa Inggris, melainkan bahasa Indonesia juga. Namun, yang paling penting adalah karakternya, karena kalau kompetensi bisa dibentuk di industri. Kita berharap, anak-anak terpilih di Kelas Industri ini kelak bisa berprestasi di industri perhotelan,” jelas Elsina Selfiana Kaiway menambahkan.

Untuk Kelas Industri Perhotelan ini, sambung Kaiway, pihaknya telah duduk bersama pihak perhotelan di Jayapura untuk membahas kurikulum industri, di mana tidak semua kurikulum diajarkan, melainkan sesuai dengan permintaan industri.

Dalam hal ini, 30 persen belajar di sekolah, dan 70 persen lebih banyak dihabiskan siswa di industri. Dengan kata lain, kriteria yang diminta industri sebisanya harus dapat disiapkan oleh pihak sekolah. Bukan apa, pasalnya, pada akhirnya anak-anak pun akan didorong ke dunia industri. Ketika itu terjadi, maka mereka tidak memerlukan adaptasi lagi, karena semua yang dipelajari itu sesuai dengan kebutuhan di industri.

“Kita menggunakan standard kompetensi kerja Indonesia, dan guru-guru yang mengajar, yakni dari sekolah dan industri perhotelan yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura. Namun, pengajar dari industri perhotelan ini tidak sembarangan, melainkan mereka yang sudah memiliki sertifikat asesor, sehingga memiliki kapasitas untuk memberikan penilaian,” ujarnya.

“Sama halnya dengan guru pengajar di sekolah yang telah dibekali sertifikasi kompetensi, sertifikat asesor untuk mengajar. Kesempatan ini yang harus dapat dimanfaatkan anak-anak kita orang asli Papua. Anak-anak Papua juga harus tahu bahwa hotel itu bagus untuk masa depan mereka, bukan hanya hotel di Jayapura, melainkan sampai di luar Papua,” sambungnya lagi.

Hal inilah yang juga ditekankan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, bahwa industri perhotelan memiliki prospek yang sangat baik, yang terus berkembang, khususnya di Papua. Jangankan Papua, khusus di Jayapura, industri perhotelan sangatlah berkembang pesat. Demikian, dengan perkembangan inilah, maka anak-anak Papua harus pula memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Di Jayapura, kita punya banyak hotel. Tapi pertanyaannya, berapa banyak anak  Papua yang bekerja di industri perhotelan itu? Tentunya masih sangat kurang. Kami bantu umumkan ke semua kabupaten yang lain, yang ingin anaknya masuk ke SMK Negeri 1 Jayapura, khususnya mengambil Kelas Industri Perhotelan,” beber Christian Sohilait.

“Ini waktunya bagi kita mengorbitkan anak Papua di jurusan yang langka, tapi memiliki prospek dan income yang cerah/ tinggi. Karena di mana-mana ada hotel, tapi anak-anak Papua di hotel-hotel ini masih kurang,” pungkasnya.

News Feed