oleh

Mana Yang Sering Teriak “Paling Memiliki Tanah Papua” Saat Asmat Membutuhkan

-Artikel, Kriminal-2.581 views

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Kabupaten Asmat, sebuah daerah yang terkenal dengan kesenian ukiran kayunya yang mendunia, banyak turis yang sengaja datang kesana hanya untuk melihat kearifan lokal budayanya dan membeli hasil karya ukiran kayunya.

Kabupaten Asmat adalah daerah pesisir pantai dengan karakteristik wilayah yang banyak tergenang air, sehingga mobilitas masyarakatnya mayoritas menggunakan perahu (speed boat). Salah satu wilayah yang cukup sulit di akses ditambah jaringan/sinyal telepon yang terbatas sehingga sulit melakukan komunikasi. Inilah salah satu alasan mengapa gizi buruk dan campak yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Asmat yang terkesan terkesan lambat ditangani.

Beruntung tim medis dari Pusat dan TNI sudah meluncur ke Kabupaten Asmat untuk bersama-sama bersinergi dalam menangani KLB tersebut.

“Kita sudah kirim tim berapa hari lalu atau minggu lalu. Sudah mulai September masuk ke sana. Memang sudah kirim juga makanan tambahan tapi memang medan sangat sulit,” ucap Presiden kepada para jurnalis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, (14/1).

Tim saat ini sudah tiba di Timika, dipimpin Kakesdam XVII Cenderawasih Kol CKM dr.Bambang Cahyono bersama 53 tim dokter dan paramedis, kata Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf M.Aidi, dikutip dari Antara, Senin (15/1).

Lalu, dimanakah orang-orang dan kelompok-kelompok yang selama ini teriak “paling Papua”?? saat saudaranya mengalami gizi buruk dan wabah campak, dimana mereka??

Sangat ironis, bahkan salah satu tokoh agama Pendeta Dr. Socratez S. Yoman yang mengaku paling mencintai tanah Papua dalam tulisannya di sebuah media sosial hanya dapat berkomentar menyalahkan pemerintah, tetapi tidak melakukan aksi nyata membantu masalah gizi buruk dan wabah campak di Kabupaten Asmat. Ternyata selama ini hanya retorika tanpa aksi nyata. (**)

News Feed