oleh

Majelis Rakyat Papua : Warga di Papua Jangan Terpengaruh Isu Unjuk Rasa Oleh Kelompok Yang Ingin Tak Damai di Papua

Kitorangpapuanews.com –  “Sampaikan apresiasinya kepada kami Majelis Rakyat Papua, kami akan tetap mengadvokasi dan mengawal saudara kita yang di Kalimantan Barat. Perlu kami garis bawahi bahwa kemarin sudah kami klarifikasi melakukan meeting dengan pihak staf kepresidenan, kasus saudara kita yang ditahan ini bukanlah tahanan politik,” terangnya.

Sekretaris Panitia Musyawarah MRP H. Tony Wanggai mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang.

Tony Wanggai mengimbau masyarakat atau adik-adik yang ingin melakukan aksi demonstrasi atau aksi penolakan terhadap 7 orang di Kalimantan Timur,  meminta untuk mekanisme proses hukum diserahkan kepada penegak hukum terkait aspirasi penolakan terhadap tuntutan jaksa penuntut umum kepada 7 tahanan terduga makar.

“Sebaiknya kita menyampaikan aspirasi ini secara baik ke Majelis Rakyat Papua, karena kami sudah membentuk tim kerja untuk mengadvokasi adik-adik kita yang ditahan ini. Bagaimana kita memberikan pertimbangan hukum, saksi ahli hukum pidana dan bagaimana melihat kejelasan status atau kedudukan hukum tuntutan dari adik-adik ini,” ucap Tony sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat (12/6) kemarin.

Ia juga meminta kepada masyarakat Papua untuk tidak melakukan aksi-aksi demonstrasi dalam jumlah yang banyak, atau dalam kelompok yang besar. Karena saat ini sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19.

Dimana dampak dari melakukan kegiatan masa yang berkumpul, ini akan mudah terpapar Virus Covid-19. Sehingga itu, kepada adik-adik yang ada di Tanah Papua untuk tetap bersabar dan tidak melakukan tindak-tindakan yang merugikan masyarakat, tetap menjaga Kamtibmas.

Lanjutnya, melainkan adalah tahanan kriminal akibat dari pada demo rasisme. Sehingga itu ia meminta masyarakat tetap bersabar dan mengikuti proses hukum. Ia juga berharap dengan putusan ini juga bisa memberi manfaat yang positif kepada Kamtibmas di Tanah Papua.

News Feed