oleh

Mahasiswa Yahukimo Tuntut Uang yang Diduga Digelapkan Mantan Ketua Ikatan Pelajar

-Kriminal-22 views

kitorangpapuanews.com —  jika sejumlah orang terus mengingatkan potensi penyalahgunaan dalam bantuan terkait pandemik Covid-19 di Indonesia. Karena memang hal ini telah terjadi di Merauke, Papua.Adalah mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahokimo di Merauke, Yunet Kobak, yang diduga melakukan penggelapan dana bantuan Covid-19 yang seharusnya diterima para mahasiswa.

“Bantuan tersebut untuk diberikan kepada mahasiswa di situasi pandemik Covid-19 dan akan digunakan bersama, namun uang tersebut disalahgunakan. Maka saya sebagai ketua mengambil sikap untuk berdiskusi bersama teman-teman mahasiswa. Dan hari ini kami memutuskan untuk yang bersangkutan harus ditahan, jumlah uang yang kami ketahui adalah 10 juta,” ungkap Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahukimo di Merauke, Aset Payage, Selasa (5/5).

Dihubungi terpisah, mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo, Yunet Kobak, menjelaskan bahwa dana bantuan Rp 10 juta tersebut melibatkan sejumlah oknum. Sehingga tidak memungkinkan untuk dapat digunakan lagi bagi mahasiswa Yahukimo yang ada di Merauke.

“Nilai uang yang sama-sama kita ketahui adalah 10 juta, namun ada oknum yang bekerja sama sehingga tidak memungkinkan lagi untuk menjamin mahasiswa yang ada di Merauke. Saya juga merasa kecewa dan merasa sangat berat, namun ada yang lain juga bermain sehingga terjadi permasalahan,” jelasnya.

“Oleh sebab itu maka saya sebagai mantan ketua meminta maaf kepada Pemerintah maupun mahasiswa studi di Merauke. Hari ini dengan mahasiswa yang ada di Kabupaten Merauke secara hukum kami siap terima,” imbuhnya.Meski dana bantuan tersebut sulit kembali, salah seorang mahasiswa, Menius Heluka, tetap berharap dana bantuan itu bisa mereka dapatkan kembali. Sebab mereka sangat membutuhkannya di tengah situasi yang semakin sulit dengan adanya pandemik Covid-19 ini.

Walaupun sudah ada bantuan dari pihak-pihak lain, dirinya tetap berharap kepada Pemerintah Yahukimo agar bisa memfasilitasi mereka dengan mengupayakan pengembalian dana bantuan tersebut. “Kami berpesan kepada pihak keluarga, tolong kembalikan uang yang sudah disalahgunakan dan kami sampaikan juga kepada pihak keluarga untuk kerja sama dengan Pemerintah membantu kami di kota studi (Merauke). Karena sekarang situasi semakin sulit dengan adanya Covid-19,” pinta Menius Heluka.

“Kami para mahasiswa bersepakat bahwa masalah ini kami proses hukum dan sementara masih ditahan secara keluarga, jadi kami pesan kepada pihak keluarga maupun pihak Pemerintah tolong kerja samanya, terima kasih,” tutupnya.

News Feed