oleh

MAHASISWA PAPUA JAKARTA RAYA (MPJR) BERKOMITMEN AKAN SELALU SETIA DAN CINTA PADA NKRI

Jakarta, Kitorang Papua – Teladan mahasiswa Papua muncul ke permukaan. Setelah beberapa hari sebelumnya dipenuhi berita-berita tentang pemuda Papua yang anarkis menuntut kemerdekaan Papua. Mahasiwa yang hanya bisa berdemo anarkis dan melakukan pemalangan jalan, sementara mereka tidak punya solusi untuk kemajuan masyarakat Papua. Lihatlah deklarasi para pemuda Papua ini, sangat terdidik dan terpelajar. Pemuda Papua yang dinantikan akan menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang.

“Melalui deklarasi ini, kami mahasiswa Papua yang ada di Jakarta berkomitmen untuk tetap setia pada tanah air dan kecintaan kami terhadap Indonesia, NKRI harga mati,” tegas Koordinator mahasiswa Papua Cinta NKRI, Otis Riyo.

Lebih lanjut, Ketua Generasi Milenial Peduli Papua ini juga mengajak mahasiswa Papua lainnya agar tidak terpengaruh opini sesat yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“I Love Indonesia, waspadai pihak asing yang ingin memecah belah Papua. Kami tak ingin memisahkan diri dari NKRI,” jelas Otis.

Otis pun menghimbau kepada semua pihak untuk tetap menjaga keharmonisan dan perdamaian dari semua elemen bangsa.

“Ini poin yang sangat penting, dan kami pastikan kami siap menjadi garda terdepan mempertahankan Papua dari barisan NKRI. Demi kemaslahatan generasi penerus Papua kedepan,” kata Otis.

Otis menyebutkan beberapa poin deklarasinya yakni mahasiswa Papua Cinta NKRI ini mendukung semua kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Jokowi, karena ingin mengangkat derajat dan martabat Papua.

Dan kini terbukti, dengan tahapan transformasi menjadi salah satu wilayah termaju di Indonesia.

“Hal itu ditandai dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga satu harga BBM,” bebernya.

Selain itu, tambah dia, demi mimpi-mimpi anak-anak Papua agar wilayahnya tetap maju seperti lainnya maka pihaknya meminta seluruh pihak ikutan mendukung pemerintah dalam membangun tanah Papua agar lebih baik kedepan.

Dia mengaku muak dengan konflik yang terjadi di tanah Papua.

“Hentikan kekerasan di tanah Papua, jangan mau diadu domba oleh asing,” ucapnya.

Otis menegaskan pihaknya sangat mengutuk keras penyerangan Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) yang terjadi di Nduga terhadap pekerja proyek Trans Papua. Kata dia, tindakan keji itu sangatlah bertolak belakang dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Tuhan mengajarkan kasih bukan membunuh. Waspadai operasi intelijen asing untuk memecah belah Papua. Papua adalah Indonesia, NKRI harga mati,” ujarnya.

Kitorang amat bangga dengan pemuda seperti ini. Contoh bagi generasi lainnya. Ko tiru deng hidup sabagai mahasiswa harus pandai. Jangan deng bisanya hanya buat rusuh sama blokir-blokir jalan. Do rang manghambat saja ko pu hidup.(*)

News Feed