oleh

Mahasiswa Papua Eksodus: Kami Ingin Kuliah Tapi Terkendala Biaya

Kitorangpapuanews.com -TIMIKA | Sebagian pelajar dan mahasiswa Papua asal Mimika yang eksodus akibat kasus rasisme telah kembali ke kota studi, namun ternyata masih banyak pula yang terlantar karena keterbatasan biaya.

Mayoritas pelajar dan mahasiswa asal Mimika sebelumnya mendapat beasiswa dari LPMAK. Namun, lembaga itu telah menghentikan beasiswa bagi yang eksodus dengan alasan mereka pulang secara ilegal.

Iseli Magal, salah satu mahasiswa eksodus menilai LPMAK yang kini telah berubah menjadi yayasan (YPMAK) seolah lepas tanggungjawab ibarat seorang ibu menelantarkan anaknya.

“Kami minta agar YPMAK menarik kembali surat yang berisi tentang penghentian beasiswa selama enam bulan pertama,” kata Iseli Magal di Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat (13/3).

Mahasiswa semester 4 di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, sekitar 95 persen mahasiswa yang eksodus ke Mimika merupakan program beasiswa LPMAK,  sisahnya beasiswa Pemda dan biaya pribadi.

“Saya fokus pada teman-teman yang orang tuanya kurang mampu, bagaimana kalau masih punya semangat belajar lalu dibatasi dengan penghentian beasiswa ini,” kata dia.

Menurut Magal, keputusan lembaga pengelola dana kemitraan PT. Freeport Indonesia itu menghentikan beasiswa selama enam bulan pertama, sama halnya menutup masa depan generasi Papua.

“Sudah banyak yang kembali ke tempat studi, tapi tidak semua bisa kuliah karena segala keterbatasan di sana, terutama biaya. Tolong diperhatikan,” imbuhnya.

News Feed