oleh

Mahasiswa Papua Aksi Damai di Depan UIN Jakarta, Lalu Lintas Tersendat

-News-523 views

Kitorangpapuanews – Sekelompok mahasiswa asal Papua menggelar aksi solidaritas di depan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (22/8/2019) siang. Para pendemo menamakan dirinya “Solidaritas Aliansi Mahasiswa Timur Melanesia”.

Beberapa mahasiswa nampak mengenakan topeng dan menenteng bendera merah putih. Sebagian lain memegangi spanduk berisi tuntutan dan aspirasi. Aksi itu disebutkan sebagai aksi damai yang merupakan reaksi atas peristiwa berbau rasis di asrama mahasiswa Papua Surabaya, beberapa hari lalu. Saat itu, terlontar kata-kata makian berbau rasis dari oknum di luar gerbang asrama.

Meski dilakukan dengan jumlah massa terbatas, namun aksi demonstrasi mahasiswa asal Papua menyedot perhatian pengendara dan warga sekitar untuk menyaksikannya dari sisi jalan. Kerumunan massa pendemo yang menjorok ke badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat. Bahkan pantauan di lokasi menunjukkan kemacetan cukup panjang, imbas dari aksi para mahasiswa.

“Kita sebagai suatu bangsa yang terdiri dari berbagai etnis dan suku, sehingga tak pantas sesama anak bangsa melecehkan dengan kata-kata rasis. Indonesia ini telah merdeka 74 tahun lamanya. Kemerdekaan itu milik semua anak bangsa dari Aceh hingga Papua,” ujar Rahmat, salah satu orator massa pendemo.

Massa berasal dari beberapa kampus yang ada di wilayah Kota Tangsel. Diantaranya UIN Jakarta, Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Pamulang (Unpam). Mereka memprotes dugaan persekusi kepada para mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang.

“Kita ini semua satu Indonesia, Indonesia tanpa Papua bukanlah apa-apa. Begitupun Papua tanpa Indonesia bukan apa-apa. Kami menuntut agar hal itu tak terulang lagi. NKRI harga mati,” seru orator lainnya.

Koordinator massa aksi, Fajar Chuan, menegaskan, aparat Polri dan TNI harus memposisikan rakyat Papua layaknya masyarakat daerah lain di Indonesia tanpa diskriminatif. Adanya kesenjangan itulah, menurut Fajar, yang meletupkan konflik di daerah Papua maupun di daerah-daerah lain.

“Masyarakat Papua itu harus diperlakukan sama. Para founding fathers telah menyatukan kita semua sebagai bangsa yang satu. Mungkin warna kulit kita berbeda, rambut kita berbeda, tapi kita ada di bawah bendera Merah Putih, itu yang menyatukan kita semua,” tandasnya.

Guna menjaga ketertiban, puluhan personel kepolisian dibantu TNI, berada di sekitar lokasi. Petugas terlihat memantau massa pendemo dan mengatur arus lalu lintas di depan kampus UIN Jakarta.

News Feed