LEKAGAK TELENGGEN DAN GOLIAT TABUNI HILANG PAMOR, EGIANUS KOGOYA JADI PANGLIMA TERTINGGI KKSB

oleh -182 views

 

Kitorangpapuanews.com-Timika- Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda.  Sebagai kelompok yang bertentangan dengan NKRI, komplotan pimpinan Egianus Kogoya ini bisa dibilang mempunyai seambrek catatan hitam.

aksi kesekian kali mereka antara lain :

25 Juni 2018

Penembakan tehadap pesawat Twin Oter milik Trigana yang mengangkut logistik pemilu dan pihak aparat keamanan ditembak.

Akibatnya, pilot pesawat Kapt Ahmad Kamil terkena luka tembak di punggung.

Pada hari yang sama, kelompok kriminal ini kembali menyerang masyarakat sipil di Kota Kenyam.

Akibatnya, tiga orang meninggal dalam peristiwa itu, yakni Hendrik Sattu Kolab (38) dan istrinya, Martha Palin (28) serta teman mereka, Zainal Abidin (20). Sedangkan anak Hendrik yang berusia 6 tahun bernama Arjuna Kola mengalami luka parah di wajah akibat dibacok dengan parang.

– 3 hingga 17 Oktober 2018

Sebanyak 15 orang guru dan tenaga kesehatan disandera di Distrik Mapenduma. Salah satu di antaranya seorang tenaga kesehatan diperkosa.

– 1 hingga 2 Desember 2018

Puluhan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk melakukan pembangunan jembatan jalan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi disandera oleh kelompok ini.

Penelusuran kitorang menemukan banyak sekali warga masyarakat semakin trauma dengan aksi yang dilakukan oleh KKSB. Sangat menyedihkan, anak-anak tidak bisa mendapat pendidikan yang layak. Akibat ulah KKSB yang menyandera dan memperkosa guru dan tenaga kesehatan di Nduga.

Goliat Tabuni melihat sarat kepentingan pribadi yang dilakukan  Egianus Kogoya dan Legakak Telenggen dalam melakukan aksi kriminal seperti pemerkosaan, pemerasan dengan kekerasan dan gangguan keamanan yang mengorbankan warga sipil.

Menurut Goliat Tabuni yang dilakukan oleh Egianus Kogoya dan Lekagak Telenggen tidak sejalan dengan perjuangan murni KKSB yang ingin mewujudkan kemakmuran di papua.

Goliat Tabuni menegaskan bahwa dirinya sampai saat ini masih menjadi pimpinan tertinggi KKSB sekaligus menolak klaim yg dilakukan Egianus Kogoya sebagai panglima KKSB. Egianus Kogoya menilai Goliat Tabuni dan Telenggen hanya berdiam diri tanpa berjuang yang nyata di medan perang.

Ditambah lagi banyak nya pengikut Goliat tabuni dan Legakak Telenggen yang menyerahkan diri dan bergabung ke NKRI.

Hilang pamornya Goliat tabuni dan Legakak Telenggen selama ini di bumi cenderawasih dijadikan kesempatan Egianus Kogoya dalam mengklaim sebagai panglima tertinggi KKSB dan melebarkan wilayah kekuasaan nya.

Masyarakat kembali yang akan menjadi korban serta terhambatnya pembangunan sektor infrastruktur dari kelompok kriminal separatis bersenjata tersebut yang sama-sama ingin menunjukkan pengaruh kekuasaan di papua ini.

Kitorang berharap KKSB ini ditangkap dan diadili dengan seadil-adilnya. Tanah Papua adalah tanah Injil yang penuh kedamaian.(red**)