LAWAN HOAX : PENDETA NATANIEL TABUNI TAK PERNAH BUAT PERNYATAAN TENTANG PENDETA GEMIN NIRIGI

oleh

Wamena, Kitorang Papua – Orang tua saya Pendeta Nataniel Tabuni tidak pernah buat pernyataan tentang almarhum Pendeta Gemin Nirigi.

Pendeta Nataniel Tabuni mengaku tidak pernah memberikan pernyataan kepada siapapun, termasuk media massa tentang peristiwa kekerasan di Nduga yang diduga mengakibatkan seorang Pendeta bernama Gemin Nirigi tewas.

Bantahan Pendeta Nataniel ini disampaikan oleh anaknya, Samuel Tabuni kepada Jubi berkaitan dengan pemberitaan di sebuah media massa Jakarta yang menyebutkan Pendeta Nataniel sudah bertemu dengan Pendeta Gemin Nirigi dan beliau dalam keadaan baik-baik saja.

Orang tua saya Pendeta Nataniel Tabuni tidak pernah buat pernyataan tentang almarhum  Pendeta Gemin Nirigi.

Menurut Samuel, saat ini  Pendeta Nataniel berada di Wamena, sementara peristiwa yang dikabarkan menewaskan Pendeta Gimin Nirigi itu terjadi di Mapenduma. Pendeta Nataniel, lanjut Samuel, tidak pernah pergi ke Mapenduma ataupun berkomunikasi dengan almarhum Pendeta Gemin Nirigi.

Pendeta Gemin Nirigi adalah salah satu tokoh gereja dan salah satu penerima injil masuk diKabupaten Nduga. Ia juga seorang penterjemah Alkitab ke dalam bahasa lokal.

Sejak awal Januari 2019, beredar informasi di media sosial bahwa pendeta ini ditemukan oleh anaknya, Mincena Nirigi sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi terbakar di belakang rumah mereka pada tanggal 3 Januari 2018.

Pada tanggal 19 Desember 2018, Pendeta Gemin ikut bersama masyarakat mengungsi dari Mapenduma menuju Paro. Namun di tengah jalan Pendeta Gemin memutuskan untuk kembali ke Mapenduma.  Ia tidak sanggup melanjutkan perjalanan akibat lututnya yang sudah lama sakit.

Informasi ini belum bisa diverifikasi karena keterbatasan aksek transportasi maupun komunikasi di Mapenduma.

Samuel Tabuni menambahkan, Pendeta Nataniel mengatakan kepada dia bahwa dia sudah bertemu dengan seorang jemaat Gereja Imanuel di Mbua, bernama Yulius Tabuni yang pernah dikabarkan tewas pada Desember lalu. Yulius Tabuni masih hidup dan hadir dalam serah terima bantuan kemanusiaan dari pemerintah Provinsi Papua kepada pemerintah Kabupaten Nduga tanggal 8 Januari lalu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Pendeta Nataniel Tabuni.

Yang serahkan ayam ke Danrem itu pak Yulius Tabuni yang dikabarkan meninggal. Dia masih hidup, usai serah terima bantuan, sambil menjelaskan maksud dan tujuan penyerahan seekor ayam jago kepada Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsiar P Sianipar.

Seorang warga Mbua, kepada Jubi mengatakan Yulius Tabuni memang sempat berlari meninggalkan kampung saat aparat keamanan datang ke Mbua dan mulai mengeluarkan tembakan.

Pak Yulius lari ke arah jurang. Ini dia baru datang lagi, kata warga Mbua ini kepada Jubi tanggal 8 Januari saat serah terima bantuan kemanusiaan di halaman Gereja Imanuel, Mbua.

Samuel Tabuni berharap akses ke Nduga bisa terbuka seluas-luasnya agar fakta dan kebenaran dari peristiwa yang terjadi sejak awal Desember tahun 2018 bisa terungkap.

Jangan kita bangun propaganda sesat diatas duka dan penderitaan masyarakat Nduga. Biarkan kebenaran menentukan masa depan warga Nduga.  (*)