oleh

LANGKAH TEGAS NEGARA HENTIKAN TEROR PELANGGARAN HAM SEPARATIS KKSB OPM DI PAPUA

-Artikel, News-1.177 views

Kitoranpapuanews.com – Pasukan gabungan TNI dan Polri mengamankan Kampung Kulapa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua, Papua dari kepungan Kelompok Kriminal Sparatis Bersenjata (KKSB OPM). Setelah tejadi Peristiwa serangan Separatis KKSB OPM kepada Masyarakat sipil yang sedang melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut Natal dan Tahun baru 2020 di Kampung Kulapa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua selasa siang (17/12/2019) menjadi catatan Merah Separatis KKSB OPM.

Menurut sumber, “Pasukan yang membawa bahan makanan untuk dibagikan ke masyarakat tersebut tiba-tiba diserang oleh KKSB dari arah hutan yang jaraknya sekitar 200 meter dari pemukiman masyarakat di Distrik Sugapa. TNI-POLRI membalas kontak tembak serangan KKSB OPM untuk melindungi warga sekitar yang ketakutan, Akibat kontak tembak 4 KKSB OPM tewas dan 2 Prajurit tni gugur, Usai menyerang para anggota KKSB lalu melarikan diri kehutan,” kata sumber tersebut.

Separatis KKSB OPM pimpinan Lekagak Telenggen yang sebelumnya melakukan pelanggaran HAM berat dengan melakukan Penembakan terhadap ketiga tukang ojek bernama Rizal (31), Herianto (31), dan La Soni (25) itu terjadi pada Jumat (25/10).

Pasca serangan KKSB OPM ke kampung, Titus Tabuni “Warga lokal trauma dengan tindakan penyerangan yang dilakukan Separtis KKSB OPM secara brutal tersebut, warga lokal pun meminta TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap Separatis KKSB yang melarikan diri ke dalam hutan dan memastikan terjaminnya keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal”.

Keberadaan KKSB OPM melakukan acaman dan pembantaian nyatanya telah meresahkan masyarakat, fakta peristiwa ini merupakan tindakan KKSB OPM melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, hak hidup masyarakat sipil sudah dirampas  secara psikologis mengalami trauma, kecemasan dan ketakutan atas berbagai peristiwa yang kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) OPM di Papua.

Pasca kejadian penyerangan Separatis KKSB OPM ke warga lokal

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan situasi di Kabupaten Intan Jaya mulai kondusif pasca adanya kontak tembak yang terjadi di Sugapa, Selasa (17/12). “Saya monitor sejauh ini masih aman terkendali dan Selasa (17/12) memang ada kontak tembak. Tetapi data-data itu ada di Satgas. Mereka bergerak dengan tugasnya sendiri dan kami belum bisa memberikan data secara rinci,” ucap Kapolda Paulus Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (18/12).

Sementara itu, Kepala Kesbang Kabupaten Intan Jaya, Otneal  Warwe juga membenarkan situasi di wilayahnya sudah kondusif. Namun pihaknya belum tahu pasti berapa jumah korban dalam kontak tembak tersebut.“Kami dengar ada dua korban,” ucapnya singkat. Saat disinggung apakah ada korban jiwa dari masyarakat, Otneal mengaku hingga saat ini pihaknya belum dapat informasi.

Secara terpisah Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan jenazah almarhum Lettu Inf Erizal dan almarhum Serda Rizky Ramadhan,  Kamis (19/12) akan diterbangkan dari Timika ke kampung halamannya masing-masing.

Sementara itu, data dari Puspen TNI menyebutkan dua prajurit TNI gugur dalam menjamin keamanan warga Papua yang akan merayakan Natal.

Apeniel Sani, Legislator Papua dari Meepago meminta semua pimpinan negara di Tanah Papua dan Pusat, termasuk presiden untuk menghentikan kekerasan sedang berlangsung di Intan Jaya dan Papua pada umumnya.

Kejadian tewasnya masyarakat sipil dan aparat keamanan di  Sugapa Intan Jaya memantik reaksi keras dari Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. TPN-OPM untuk berhenti dengan cara – cara lama. “Kalian lakukan masalah kemudian pergi dan akhirnya  rakyat di kampung yang jadi  korban. Gunakan intelektual yang cerdas jika ingin merdeka. Toh hari ini baku tembak belum tentu besok Papua merdeka. Jadi tolong jangan korbankan rakyat,” pintanya.

Komisi I DPR RI Sukamta mendesak pemerintah segera membasmi  Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua setelah terjadi baku tembak yang antara personil TNI AD dengan kelompok itu, di Kabupaten Intan Jaya.  “Sedih sekali ketika kembali baku tembak dan menelan korban jiwa akibat serangan dari KKSB Papua. Saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Pahlawan Indonesia,” kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sukamta menilai pemerintah harus lebih serius memberantas KKSB Papua “upaya memberantas gerakan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari kelompok yang ideologi bukan pancasila, pengalangan opini dan penyebaran gerakan papua merdeka. Mereka harus mendapatkan tindakan hukum secara tegas, karena merekalah yang melakukan propaganda selama ini.”

 

News Feed