LANGKAH SIGAP BUPATI KAB. ASMAT ELISA KAMBU ATASI KLB GIZI BURUK

oleh

Timika, Kitorang Papua – Setelah Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk menimpa Kabupaten Asmat, dengan sigap pemerintah Kabupaten Asmat berupaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya dan pembangunan masyarakat. Salah satunya menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Senin lalu (3/9).

Bentuk kerja sama yaitu dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lainnya. Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman.

Nota kesepahaman ditandatangani Bupati Asmat Elisa Kambu dan Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Dr. Paripurna, di ruang Rektorat UGM. Dalam surat tersebut juga tertuang kedua lembaga ini akan saling mendukung dalam pelaksanaan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia selama 5 tahun.

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan, pihaknya dan masyarakat menyambut baik kerja sama ini. Sebab, dia melihat kepedulian UGM terhadap pembangunan nasional khususnya di Asmat sangat tinggi. Hal ini terbukti, saat Asmat dilanda KLB gizi buruk dan campak, UGM hadir bersama pihak lain membantu pemerintah dan masyarakat hingga Asmat benar-benar steril dari kasus yang menyerang anak-anak tersebut.

“UGM akan lebih besar lagi dan lebih bahagia lagi jika karya-karyanya dinikmati masyarakat Asmat,” kata Bupati Asmat.

Untuk itu, kehadiran UGM melalui kerja sama yang dibangun bersama Pemkab Asmat bisa membawa perubahan. Di mana, UGM bisa mengirimkan masiswanya untuk pengabdian ke msyarakat melalui kuliah kerja nyata. Selain itu, diharapkan bisa mendampingi pemerintah setempat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Kami berharap kerja sama yang dibangun terus berlanjut hingga lima tahun berikutnya,” ucap Bupati kemudian.

Bupati menambahkan, Asmat secara nama saat ini memang sudah sangat dikenal di Indonesia bahkan di beberapa belahan dunia karena ukirannya. Asmat juga dikenal sebagai daerah yang unik. Karena sudah dikenal, maka kata dia, pihaknya tengah berupaya menuntaskan pembangunan Bandara Ewer di Asmat agar semakin banyak orang bekunjung ke kota yang dikenal dengan julukan seribu papan tersebut.

“Minimal pesawat jenis ATR sudah bisa masuk, kami sangat bersyukur,” pungkasnya.

UGM, menurut dia sudah membentuk Gugus Papua. Mengirim mahasiswa KKN ke Papua juga sudah dilakukan, termasuk fakultas kedokteran melakukan penelitian kesehatan di Papua khususnya di Asmat. “Terima kasih atas kehadiran bupati dan tim yang telah membangun kerja sama dengan kami di UGM,” pungkas Bupati Asmat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.