Lagu lama…Merasa Terdesak, KKSB Putar Balikan Fakta

oleh

Kitorangpapuanews.com, Tembagapura – Pasca terpukulnya kelompok Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dalam operasi pembebasan sandera pada bulan November 2017 lalu, mereka terus berupaya untuk menunjukkan eksistensinya kembali. Demi mendapatkan perhatian dari Pemerintah dan PT.FI, kelompok KKSB telah melakukan pembakaran dan perusakan fasiltas umum yang sejatinya dibangun untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

Namun demikian hati kita kembali terenyuh, mengingat bahwa kelompok KKSB yang menamakan dirinya TPNPB maupun TPN OPM tersebut bukan memperjuangkan rakyat Papua, namun sebaliknya mengintimidasi dan membuat masyarakat terancam.

Memasuki awal tahun 2018, kelompok KKSB kembali melakukan berbagai aksi gangguan berupa penembakan terhadap pekerja maupun Aparat Keamanan di wilayah PT.FI. Puncaknya pada akhir bulan Maret lalu, kelompok bersenjata tersebut membakar dan merusak Rumah Sakit di Kampung Banti. Selain itu, kelompok KKSB pun mulai melakukan intimidasi dan melarang masyarakat di perkampungan Banti kompleks untuk membeli kebutuhan hidup ke luar wilayahnya.

Aksi anarkhis yang dilakukan oleh kelompok KKSB tersebut tentu saja bertentangan dengan apa yang telah meraka dengung-dengungkan selama ini. Sangat tampak jelas bahwa apa yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut bukan untuk memperjuangkan rakyat Papua namun sebaliknya hanya demi kepentingan segelintir orang saja.

Menginjak awal bulan April 2018, situasi keamanan di wilayah Kampung Banti kompleks semakin tidak stabil. Kelompok bersenjata secara terang-terangan mengibarkan bendera Bintang Kejora serta merusak fasilitas-fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah seperti Rumah Sakit, Sekolahan bahkan perumahan masyarakat yang dituduh sebagai mata-mata TNI.

Situasi yang semakin membahayakan tersebut, menuntut TNI-Polri untuk segera mengambil langkah guna merebut kembali Kampung Banti Kompleks yang telah dikuasai dan dijadikan basis kekuatan oleh kelompok KKSB.

Operasi pemulihan keamanan tersebut dilaksanakan selama 5 (lima) hari yang dimulai dari tahap infiltrasi pada tanggal 31 Maret 2018 sampai dengan perebutan kembali perkampungan Banti dan Opitawak pada tanggal 4 April 2018. Dalam operasi yang dilakukan oleh Tim gabungan TNI tersebut 2 orang kelompok KKSB tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Selanjutnya sisa kelompok KKSB telah meninggalkan perkampungan Banti Kompleks ke arah selatan guna menghindari kejaran dari Aparat Keamanan.

Kondisi yang tidak menguntungkan ini akhirnya mendesak kelompok KKSB mengeluarkan pers rilis untuk memutarbalikan fakta demi mendapatkan perhatian dari dunia Internasional. Sebagaimanan kita ketahui bahwa, pada tanggal 4 April 2018, kelompok KKSB yang diwakili oleh Hendrikus Uwamang menyebarkan propaganda untuk menyudutkan dan menuding Aparat Keamanan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan yang dilakukan di Kampung Banti kompleks. Hal ini tentu saja sangat menggelikan mengingat fakta-fakta yang diuraikan dalam pernyataan pers rilis tersebut sangat tidak masuk akal.

Adapun strategi yang dimainkan oleh kelompok KKSB tersebut merupakan “lagu lama” yang terus dimainkan demi menyudutkan Pemerintah maupun Aparat Keamanan guna mendapat perhatian dari dunia internasional.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *