KSB Manfaatkan Konflik Pilkada, Pasca Konflik Aktivitas Belajar Mengajar Di Puja Lumpuh

oleh

Kitorangpapuanews.com, Jayapura – Aktivitas belajar mengajar di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua sampai Selasa (8/8/2017) pagi masih terhenti karena situasi keamanan yang tidak aman akibat pemilihan bupati dan wakil bupati.

Konflik tersebut diperparah oleh gangguan-gangguan keamanan yang dilakukan oleh KSB, kelompok ini melakukan gangguan-gangguan keamanan dengan menembak salah satu warga yang sedang melintas di ruas jalan sekitar wilayah moweluk beberapa hari yang lalu. Gangguan-gangguan tersebut membuat situasi keamanan di Puncak Jaya semakin mencekam. Teganya, KSB membuat lumpuh proses belajar mengajar di Puncak Jaya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Puncak Jaya Agus Fakaubun membenarkan, sejak Senin 31 Juli 2017 hingga kini kegiatan belajar mengajar masih belum dapat dilaksanakan dengan alasan keamanan.

Masyarakat masih ketakutan untuk mengizinkan anak-anaknya ke sekolah hingga aktivitas belajar mengajar belum dapat dilakukan guna menghindari terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Kemungkinan aktivitas belajar mengajar baru efektif setelah putusan MK tentang pilkada di Puncak Jaya. Menurut informasi yang diterima putusan MK akan dibacakan pada hari ini.

“Mudah-mudahan semua pihak mau menerima hasil tersebut sehingga situasi kamtibmas di Mulia kondusif dan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung,” harap Agus Fakaubun.

Sementara itu Kapolres Puncak Jaya AKBP Indra Napitupulu mengakui, aktivitas belajar mengajar di Mulia masih terhenti, namun kemungkinan setelah putusan MK baru kembali aktif.

“Kegiatan belajar mengajar masih terhenti,” aku AKBP Napitupulu seraya menambahkan, walaupun demikian saat ini secara keseluruhan situasi kamtibmas masih terkendali dan sudah semakin kondusif.

Aparat keamanan masih bersiaga dan melakukan patroli, kata Kapolres Puncak Jaya AKBP Indra Napitupulu. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *