KRONOLOGI PEMBANTAIAN NDUGA, DAN AKSI PEMBENARAN SEJUMLAH MEDIA

oleh

Jakarta, Kitorang Papua – Media mainstream lokal Papua ramai menayangkan pembenaran aksi pembantaian di Nduga oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Hal itu tidak keliru jika apa yang dikabarkan merupakan hal yang benar dan positif, khusunya bagi kemajuan Papua. Meskipun itu hal buruk yang harus dikabarkan sekalipun. Tapi kenyataannya media mainstream Papua lebih mengambil sudut pandang mengadu dombakan antara masyarakat dengan pemerintah maupun aparat, sehingga membuat kegaduhan. Dari kegaduhan itu media mainstream meraup keuntungan melalui iklan komersil.

Berdasarkan hasil pers rilis dari Panglima TNI tadi pagi, (7/12). Hasil keterangan dari para korban pembantaian yang berhasil melarikan diri dan selamat. Berikut adalah kronologi kejadian pembantaian di Nduga.

Mengutip pada berita yang dimuat di national.tempo.co, KKB memperingati upacara dan syukuran (bakar batu) dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan Bangsa Papua Barat, pada (1/12) di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Kesekoan harinya, (2/12), tepatnya pada pukul 03.00 WIT, KKB mendatangi Camp Proyek PT. Istaka Karya. KKB kemudian menawan 25 (dua puluh lima) orang pekerja proyek PT. Istaka Karya, pada saat itu para tawanan diperintahkan untuk membuka pakaian selanjutnya diikat menggunakan tali. Ini diungkapkan oleh Martinus Sampe korban yang berhasil melarikan diri.

Para korban tawanan yang berjumlah 25 orang dibawa menuju ke Gunung Kabo dengan pengawalan KSB. Sesampainya di sana KKB melakukan eksekusi/penembakan terhadap seluruh tawanan yang mengakibatkan 14 (empat belas)  orang tawanan meninggal di tempat.

Melihat hal tersebut 11 (sebelas) orang berupaya melarikan diri. Sehingga terjadi pengejaran dan penyisiran oleh KSB terhadap 11 orang tawanan itu. Sialnya pada saat pengejaran, KSB berhasil menangkap 3 orang yang selanjutnya dieksekusi dengan cara digorok pada bagian leher.

KSB kemudian melanjutkan penyisiran dan menemukan 6 meninggal dunia, sementara 2 orang tawanan melarikan diri. Saat 2 orang tawanan selamat sampai Pos Mbua 755/Yallet, beberapa jam kemudian KSB menyerang pos tersebut dan mengakibatkan kontak tembak yang mengakibatkan Serda Handoko meninggal dunia akibat terkena tembakan di bagian punggung.

Saat ini aparat fokus untuk melaksanakan evakuasi sebanyak 16 (enam belas) jenasah yang merupakan karyawan PT. Istaka Karya.

Begitulah kronologis yang terjadi ulah aksi KKB yang membantai warga sipil tak berdosa. Dengan kesigapan aparat, waat ini Gunung Kabo berhasil dikuasai oleh aparat TNI-Polri. KKB yang pengecut lari tunggang langgang kabur bersembunyi di hutan.

Saat ini aksi KKB lebih banyak dilakukan oleh front politik yang berusaha mengabarkan bahwa itu merupakan hal yang benar. Kelompok ini melakukan pembenaran atas pembantaian terhadap masyarakat sipil. (*)