oleh

KPAI Soroti dan Kecam Eksploitasi Anak Oleh Kelompok Separatis Di Papua

-Artikel, Kriminal-1.546 views

Kitorangpapuanews.com – Memperingati Hari Anak Nasional 2017, kasus perundungan (bullying), terorisme, eksploitasi dan kejahatan siber (cybercrime) merupakan suatu kasus serius yang harus memperoleh prioritas dalam penanganannya. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am Soleh mengatakan hal ini bisa ditangani dengan revolusi mental yang dimulai dari pemenuhan hak dasar seseorang anak.

“Komitmen penyelenggaraan perlindungan harus menjadi kesadaran kolektif kita. Membangun revolusi mental harus dimulai dari pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan khusus dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi,” kata Asrorun dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/7/2017).

Menurutnya walaupun ada kemajuan dalam penyelenggaraan perlindungan anak, kasus pelanggaran anak masih dianggap kompleks. Kasus pelanggaran anak mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, pada tahun 2014 mencapai 5.066 kasus, tahun 2015 sebanyak 4.309 kasus dan tahun 2016 mencapai 4.620 kasus.

“Di daerah-daerah tertentu, salah satunya di Papua, anak-anak selalu di eksploitasi oleh kelompok-kelompok separatis, hal ini sungguh menyedihkan, jika dibiarkan seperti ini, Papua akan kehilangan banyak sumber daya manusia putra daerah yang berkualitas, dan kalah bersaing dengan daerah lain,” jelasnya.

“Intervensi pencegahan dan penanganan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah. Banyak lembaga layanan berbasis masyarakat, namun mengalami kendala SDM, pembiayaan, bahkan sarana dan prasarana layanan. Dampaknya, maraknya korban pelanggaran anak di berbagai titik daerah kurang mendapatkan layanan penyelesaian secara komprehensif,” ujarnya.

Maka diharuskan perlindungan anak berbasis masyarakat bisa berjalan dengan baik, agar kasus kejahatan dan pelanggaran anak di masyarakat bisa ditekan dan pembudayaan ramah anak bisa ditumbuhkan. Menurutnya, respon publik terhadap isu anak ini juga semakin baik, namun spirit perlindungan anak belum sepenuhnya berjalan.

Pola perlindungan anak ini harus dimulai dari kesadaran orang tua, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai mengeksploitasi anak-anak hanya untuk kepentingan politik atau golongan, ini kejahatan yang luar biasa, karena melumpuhkan pikiran positif anak-anak.

“KPAI juga meminta semua pihak untuk membangun budaya ramah anak sejak usia dini. Pola pengasuhan positif perlu dikembangkan sebagai langkah prefentif. Selain itu, masyarakat agar tidak abai atas potensi pelanggaran anak di lingkungannya, karena kapanpun dan dimanapun kekerasan dapat terjadi,” sambungnya.

Kemudian KPAI juga meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menindak tegas ditempat pelaku eksploitasi anak, serta segera membubarkan kelompok-kelompok yang seringkali meresahkan dan merusak perkembangan kognisi dan psikologis anak. (Dees)

News Feed