KONFLIK TOLIKARA, GEGARA OKNUM GIDI INTELIJEN SERVIS

oleh

Tolikara, Kitorang Papua – Konflik antar-warga terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua, Kamis (15/11) lalu. Sebanyak tiga orang menunggal dunia dan enam orang dikabarkan luka-luka. Adapun korban meninggal dunia antara lain Pilenus Wanimbo, Atinus Jikw dan Batu Karoba. Sedangkan korban luka-luka yaitu Miler Payokwa yang dada kirinya terkena panah. Lalu Karinus Payoka terkena panah di kaki dan Herman Pasang mengalami luka di punggung belakang akibat terkena panah. Korban luka lainnya adalah Windua Jikwa, terkena panah di tangan kiri. Kemudian Baiten Payokwa terkena panah di kaki kanan dan Peumbuluk Jikwa terkena panah di dada tengah.

Data yang dihimpun dari Humas Polda Papua menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.15 WIT. Awalnya, masyarakat di Desa Dogobak, Distrik Kelila, Kabupaten Mambramo Tengah, ingin memasuki Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara. Setibanya di Pos GIS di Perbatasan Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, masyarakat dari Desa Dogobak, Distrik Kelila, diperiksa oleh anggota GIS (Gidi Intelijen Servis).

Dalam pemeriksaan itu terjadi perselisihan sehingga anggota GIS memukul warga Desa Dogobak Distrik Kelila. Sebagai informasi, anggota GIS sendiri dibentuk oleh Bupati Mamberamo Tengah Ham Pagawak selaku ketua panitia.

Kemudian keesokan harinya, tepatnya pukul 05.00 WIT, masyarakat Desa Dogobak, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, yang tidak terima dengan pemukulan oleh anggota GIS melakukan aksi balasan dengan menyerang pos anggota GIS di Perbatasan Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Bokondini, Kabupaten Tolikara. Akibatnya, 3 korban meninggal dunia dan 6 orang luka-luka. Kapolsek Bokondini Iptu Fredi Nixson Simataw melaporkan kejadian itu kepada Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek. Aparat dari Polres Tolikara langsung menuju lokasi kejadian. Di lokasi kejadian, kepolisian langsung menemui masyarakat dan meminta untuk tak lagi saling bertikai, termasuk melakukan pembakaran, seperti yang dialami Ketua Korlap GIS Miler Payokwa yang kehilangan rumah akibat dibakar massa. Selanjutnya Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek langsung mendata korban luka untuk segera diterbangkan ke Kota Jayapura demi mendapatkan perawatan medis. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang anarkistis. Saat ini, kata Ahmad, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Pihaknya juga mengharapkan masyarakat untuk tak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Tolikara. “Kepolisian telah melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak yang bertikai, melakukan patroli, melakukan pengamanan, mengevakuasi korban ke rumah sakit dan membuat laporan polisi,” tandas Ahmad. (*)