oleh

Kondisi Masyarakat di Tembagapura yang disandera kelompok TPN-OPM Sangat Memperihatinkan

-Artikel, Kriminal-2.502 views

Kitorangpauanews.com, Mimika – Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) di area tambang Freeport kini mengklaim Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, sebagai markas operasi mereka.

Hal itu diungkapkan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf M Aidi, Kamis (9/11/2017), ketika ditemui di ruang kerjanya.

“Kini Kelompok TPN-OPM telah mengklaim kedua kampung itu menjadi daerah operasi mereka. Jumlah mereka belum bisa diketahui karena sebagian dari mereka berasal dari sana dan mereka juga kerap berbaur dengan masyarakat setempat untuk mengelabui petugas,” ungkap Aidi.

Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, menurutnya 300 masyarakat non-Papua di Kampung Kimbely dan 1.000 orang masyarakat di Kampung Banti ditahan atau dilarang bepergian keluar kampung tersebut.

“Diperkirakan jumlahnya mencapai 1.300 orang yang dilarang keluar dari daerah itu. Semua barang-barang mereka juga dirampas oleh kelompok ini. Kurang lebih seperti itu, hanya detail informasi yang terjadi di sana masih terus di dalami,” tuturnya.

Menurut informasi yang didapatkan, Kondisi Masyarakat saat ini yang berada di Kampung Kimbeli sudah mulai mengalami gangguan kesehatan, masyarakat yang sakit hanya di obati menggunakan obat-obatan yang ada di kios-kios masyarakat yang berada di kampung Kimbeli.

“Masyarakat juga tetap tidak diperbolehkan keluar dari kampung Kimbeli oleh kelompok TPN-OPM sehingga Masyarakat tidak dapat mengambil sisa bahan makanan yang berada di kios-kios mereka yang ditinggalkan sementara bahan makanan yang berada di kampung Kimbeli saat ini sudah habis,” tukas salah satu warga yang berhasil melarikan diri dari kampung Banti.

Melalui warga yang berhasil lolos dari kampung tersebut, informasi tentang kondisi dikedua kampung tersebut didapatkan, “Kami sangat berharap kepada Pemerintah dan aparat kemananan agar Masyarakat secepatnya bisa selamatkan, jangan menunggu adanya jatuh korban,” tambahnya.

Dir Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, Satgas Terpadu Penanggulangan kelompom TPN-OPM, terdiri dari gabungan Polri dan TNI berjumlah 200 personel, sampai saat ini terus berupaya melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat bisa terselamatkan dari penyanderaan.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama, maka kami berupaya secara cepat melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyelamatkan masyarakat,” ujarnya. (**)

News Feed