oleh

Komnas HAM Papua “KEHADIRAN KKSB OPM GANGGU HAK RASA AMAN WARGA DAN LAKUKAN PELANGGARAN HAM DI PAPUA”

-Artikel, News-417 views

Kitorangpapuanews.com –  Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits, mengatakan “Sesuai dengan definisi Undang-undang Nomor 39 yang menyebutkan bahwa setiap perbuatan seseorang atau kelompok seseorang atau aparat tindakan yang melakukan hilangnya hidup seseorang, maka itu termasuk pelanggaran HAM. Sehingga jelas kelompok bersenjata harus bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yg telah hilangnya nyawa seseorang,”

Frits Ramandey menyebutkan hak rasa aman bagi masyarakat, khususnya di pedalaman Papua sangat terganggu dengan adanya kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB OPM) yang terus melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi.

Kata Frits, harusnya otoritas sipil seperti bupati, ketua DPRD dan instansi terkait pemerintahan lainnya, serta masyarakat adat, ondoafi dan kepala suku, bahkan pihak gereja, dapat saling berkumpul dan duduk bersama mencari solusi untuk menghentikan semua kekerasan di tanah Papua.

“Komnas HAM prihatin dengan masih adanya korban meninggal dunia akibat kekerasan dengan senjata api,” katanya di Timika, Sabtu (29/2) .

Komnas HAM meminta kepada KKSB OPM di Papua untuk tak melakukan aksi membabi buta melakukan tindakan kekerasan dengan menjadikan masyarakat sebagai tameng yang nantinya justru masyarakat menjadi korban.

“Komnas HAM menyambut baik perlunya penghargaan bagi aparat keamanan yang gugur dalam tugas,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan KKB terjadi di Kampung Arwanop Kabupaten Mimika. Baku tembak selama 3 jam tak terhindarkan antara aparat keamanan dengan KKB di daerah itu. Akibatnya, satu orang Brimob Kelapa Dua BKO Polda Papua meninggal dunia.

Saat ini, jenazah Brimob Bharada Doni Priyanto masih dalam proses evakuasi dengan perjalanan darat ke Timika.

News Feed